Merenungi Puisi Hasan Al Basri

Ada gerimis, letup gemericik didada saat saya membaca puisi Hasal Al Basri ini. Merenung dan Malu. Puisi ini akan selalu saya lihat ketika pulang ke rumah di Cipanas. Karena Ibu saya-dengan tulisan tangannya sendiri-menulis kembali Puisi indah ini dalam sebuah kertas, dan memasangnya disamping lemari pakaian…:). Mengingatkan anak-anaknya untuk senantiasa Tawakal.

Puisi Hasan Al Basri

Aku tahu rizkiku tak mungkin diambil orang lain. Karenanya hatiku tenang.
Aku tahu amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain. Maka aku sibukkan diriku untuk beramal.
Aku tahu Allah selalu melihatku. Karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat.
Aku tahu kematian menantiku. Maka kupersiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku.


9 Comments on “Merenungi Puisi Hasan Al Basri”

  1. awang says:

    aq..pgn jd orang spt dlm puisi itu..

  2. dari puisinya terlihat ikhlas yah… smoga aku bisa menjadi sprt ituh

  3. bayu.an says:

    @awang, amiin

    @arham, insyAllah bisa…

  4. kencana ungu says:

    mudah2an dengan izin Allah pasti kita bisa.

  5. puisi yang sarat dengan nilai-nilai agamis; menggugah dan mengingatkan. Amiiin.

  6. bayu.an says:

    @kencana
    InsyAllah, amiin
    @teteng, betul…inspiring poem, amiin

  7. dhani says:

    yu’ps inpirasi bgt….

  8. Putra Pase says:

    InsyaAllah
    mudah-mudahan bisa menjadi komitmen kita bersama.
    Amin……….

  9. purwantisri says:

    saya juga suka puisi yang enuh nasihat ini…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.