Dialog Dua Hati

………Kamu adalah apa yang kamu pikirkan…….

Kalimat ini benar ? Atau salah ?

Mungkin saja selama ini kita berpikir tentang sesuatu.

Namun, apakah hal itu benar dalam kacamata kebenaran ?

Oh, God…whats wrong with me ? kadang pertanyaan seperti ini muncul dan menguap dalam ingatan.

Pada akhirnya, semua hal dalam hidup adalah apa yang kita pikirkan. Masalahnya, yang kita pikirkan belum tentu sebuah kebenaran.

Lets take a few minutes to think about it…

………..Aku ingin berjalan, dan memulai semua dari titik dimana dulu aku berangkat…………

Jadi apa yang sedang kita bicarakan kawan ?

Banyak !!!

Pembicaraan-pembicaraan kita adalah tentang struktur kehidupan.

Dari mana, untuk apa, dan akan kemana ?

Bagaimana ?

Bagaimana kalau kita memulai dari ini saja ?

Jadi, apa yang sedang kita lakukan saat ini ? Apakah ini semua adalah aktualisasi dari masa lalu ?

Mungkin saja,

tapi…..tak mungkin, tak mungkin ada kemungkinan yang tidak berawal dari satu keyakinan dan kepastian.

Dan, semua hal yang terjadi saat ini;

Bukankah terdiri dari kepastian-kepastian ? Takdir ? Bukankah itu sebuah kepastian ?

Jadi kemungkinan dan kepastian sangat tipis pengertiannya karena : kepastian itu bukanlah apa yang sedang kita pikirkan.

Jadi, mengapa kita harus melakukan semua ini ? atas dasar apa saya berada disini ?

Mengapa semua harus pasti ? Apa kepastian yang sebenarnya dalam hidup ?

Please give me a chance to answer this question…

Kepastian terbesar dalam hidup adalah….

Adalah….

………….

……………..

KEMATIAN.

………..Aku ingin berjalan, dan memulai semua dari titik dimana dulu aku berangkat…………

Ternyata ujung dari kehidupan di alam dunia adalah kematian.

Ya, kematian adalah kepastian terbesar dalam hidup.

Dan setelah kematian kita akan memperoleh kepastian-kepastian Tuhan.

Dan kepastian-kepastian Tuhan setelah kematian itu tergantung dari apa yang sedang dilakukan sekarang.

Jadi, Mari kita memulai semua ini dengan pertanyaan-pertanyaan ?

Dari mana aku berasal ?

untuk apa aku ada ?

dan akan kemana aku berangkat ?

Bagaimana ?

Bagaimana kalau kita memulai dari pertanyaan ini saja.

-soreharidikursitempatkerja-April23

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s