Internet Masuk Pesantren

Hari minggu lalu 27 April 2008, adalah hari yang tak kan terlupa olehku. Selain memang agenda pulang kampung, aku juga punya jadwal ketemuan dengan seorang teman. Temanku ini adalah pengurus pesantren Al-Riyadl Loji Cipanas. Salah satu pesantren terbesar di Cianjur. Aku sangat akrab dan dekat dengan dia karena kami satu SD, SLTP, dan SMA.
Jadi, kami sudah sangat mengenal dengan baik. Terlebih, saat di SMA dulu kami satu organisasi. Kami sama-sama aktif di Rohis SMA
aku sebagai ketua umum dan dia sebagai kabid dakwah & pendidikan (posisi ini yg skr dia emban juga di Ponpes Al-Riyadl).

Keluarganya adalah keluarga kyai. Jadi, selalu menyenangkan bersilaturahmi kerumahnya karena suasananya memang beda. Sangat Adem.
Datang ke rumahnya pukul 2 siang. Kami langsung mengobrol banyak-ngaler ngidul-bahasa sundanya ^_^
Teman saya ini bercerita, kalau saat ini pesantrennya udah kemasukan internet ^^
Dengan bangga dia mengatakan, “mungkin ini pesantren pertama di Cianjur yang ada internetnya”.
Hebat, memang sudah seharusnya internet masuk pesantren, perkara nantinya akan ada efek (positif atau negatif) pada dasarnya itu kembali pada
pendekatan manusianya. Disini, pemahaman yang baik akan teknologi sangat diperlukan.
“Kalau boleh tolong ajarin saya yaa…”
“Email itu apa ? website itu apa ?” Tanya dia. Semangat.
Saya coba menjelaskan dengan singkat. Tapi sepertinya dia belum mengerti.
“Bisa ngga diajarkan langsung ?”
“Oke, nanti kita bisa atur jadwalnya…” Kataku.
“Saya ingin bisa bikin website sendiri”, katanya lagi.
Temanku ini terlihat sangat semangat.
“oke, kita bikin saja acara workshop TIK di pesantren, mungkin sedikit saya bisa bantu”
Ya, cuma sedikit mungkin saya bisa membantu. Karena pemahamannya saya akan TIK pun masih terbatas.
Walapun sebenarnya saya bingung harus memulai dari mana, karena untuk kasus seperti ini. Yang dibutuhkan adalah pemahaman dasar akan internet itu sendiri.

Tapi, bukankah ilmu yang bermanfaat itu yang diamalkan ?
Ya..ya..ya..
Dan atas dasar ini saya menyanggupi untuk memberikan pelatihan singkat.
Obrolan terus berlanjut, saya mengemukakan ide bagaimana kalau ponpes Al-Riyadl ini punya official website sendiri.
Usulan saya langsung ditanggapi antusias. Saya buka laptop dan kemudian saya tunjukan beberapa contoh website yang saya punya.
Ya, cuma beberapa website yang dibuat pake joomla dan wordpress.
Dia sangat tertarik !
“nanti kalau bisa tunjukan ini ke Pak Kyai yaa…”
“Oke..” kataku.
Hari mulai sore. Temanku ini minta ijin untuk nyiapin acara pengajian mingguan di Aula Pesantren.
“Karena saya penanggung jawab acaranya, jadi biar saya kondisikan dulu acaranya, maaf ditinggal dulu”
“Siip…” Kataku.
Beberapa saat berlalu, tiba-tiba saja dia kembali dan berkata.
“Bay, Pak Kyai sakit, skr lagi istirahat…bisa ngga kamu yang ceramah…”
“hah…”
Aku bingung. Moso aku disuruh ceramah ? Apa kata Rhoma Irama ? (Lho, kok ngga nyambung ^^)
“Ngga ah, kamu aja…saya ngga mau, ngomong apaan ntar”
“Yah, hal-hal yang baru ajah….tentang apa aja deh, bebas…” kata dia mencoba meyakinkan.
“Ngga, pokoknya ngga…..”
“Masa sih untuk kebaikan ngga mau..”
“Bukan gitu, tapi kan ngga ada persiapan, materinya apa ”
“materinya apa aja”
“yahhhhh…”
“Pesertanya berapa orang”
“lumayan banyak, santri putra-putri”
Akhirnya saya menyetujui. Walaupun bingung. Rencana cuman mau silaturahmi. Eh, disuruh ceramah di Pesantren.
Akhirnya saya ceramah dari jam 17 sampe 17.30, materi yang disampaikan tentang “Inteletual muda muslim yang berkarakter”.
Hmm, pengalaman yang unik. Saya bukan orang pesantren, jadi memang materi yang disampaikan ngga bisa style pesantren.
Ngga tau materinya bagus apa ngga ! yang pasti rame sekali aula saat itu. Terutama jamaah putrinya ^^
Hari menjelang malem, temanku ini sekarang keukeuh pengen diajarin bikin email. Jadinya bada isya dia saya ajarkan dulu bikin email..^_^
Kepaksa deh pulangnya malem, karena besok subuh harus ke Bandung lagi…^_^
Ah, hari yang tak terlupa.

Btw, tanggal 10 mei, saya bakal balik kesana untuk ngasih pelatihan singkat tentang TIK. Seperti yang saya janjikan. Yang jelas, saya senang-senang aja bisa membantu. Ilmu yang sangat sedikit ini, mudah2an bisa bermanfaat untuk orang yang membutuhkan. Ya, ilmu yang bermanfaat…bukan ilmu yang banyak tapi hanya ekslusif untuk diri sendiri. Karena dari kegiatan ini, saya tak mengharapkan sepeser pun rupiah . Sekali lagi, kebahagiaan yang tak terkira ini, adalah anugerah Allah yang tak terhingga.

Bagaimana saya tidak bahagia ? kalau secuil ilmu yang saya punya akan bermanfaat untuk sebuah pesantren-sebuah tempat penuh cahaya;tempat ilmu-ilmu Allah dipelajari, dan menjadi cahaya bagi semesta.

Ponpes Al-Riyadl :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s