Belajar Menjadi Ayah

Malam tadi saya menonton acara yang bagus di TV One , Tatap Muka. Acara yang dipandu oleh Farhan ini disiarkan malem sekitar pukul 22.30. Ini kali pertama saya menonton acara ini, entahlah, apa acaranya yang memang bagus atau bintang tamunya yang bagus ^^). Yang jelas, yang membuat saya tertarik untuk menonton acara ini tadi malam adalah 2 hal :

1. Tema yang dibahas adalah tentang pendidikan-memperingati Hardiknas

2. Bintang tamunya adalah Sang Fenomena Andrea Hirata & Neno Warisman

Tentu saja akan menjadi lain kalau kedua hal diatas tidak ada, tentunya, saya tidak akan memaksakan diri untuk menonton TV sampai larut malam.

Acara talkshow berlangsung seru, intinya adalah membahas tentang pentingnya pendidikan untuk anak-anak Indonesia. Andrea, seperti dalam novelnya Tetralogi Laskar Pelangi, terlihat begitu menggebu berbicara tentang pendidikan untuk anak Indonesia. Pendidikan adalah jaminan masa depan, semakin berpendidikan rakyat Indonesia maka akan semakin maju bangsa ini kedepan. Namun, pendidikan yang paling penting sebenarnya, bukanlah pendidikan formal di sekolahan. Tapi, pendidikan oleh orang tua, ya inilah yang digarisbawahi oleh Neno Warisman dan Andrea. Pendidikan oleh orang tua di rumah, adalah yang paling menentukan. Neno menyebutkan bahwa pendidikan yang diberikan oleh orang tua adalah pendidikan dengan landasan kasih sayang yang akan membuat anak memiliki karakter yang kuat. Andrea menyebut ayahnya adalah sumber inspirasi yang selalu memberikan teladan hebat, dalam novelnya dia menulis : “Ayahku adalah Ayah No.1 Didunia”.

“Ayah adalah arsitek kasih sayang”.

Menarik, seorang ayah akan menjadi sumber inspirasi yang begitu hebat jika dia bisa mengambil peran yang lebih besar dalam keluarga untuk mendidik anak-anaknya.

Kata Neno, “Sekarang ini, sangat dibutuhkan peran Keayahan yang lebih besar dalam keluarga”

Jadi, ternyata tugas seorang kepala keluarga bukan hanya mencari nafkah atau menafkahi. Tapi dia harus mengambil peran besar untuk menjadi nakhoda pendidikan dalam keluarga. Seorang ayah yang akan menjadi Ayah No.1 didunia, seorang Ayah yang akan menjadi arsitek kasih sayang bagi anak-anaknya.

Luar biasa !

Malam tadi saya belajar lagi tentang sesuatu hal yang besar, yaitu bagaimana menjadi seorang Ayah yang hebat yang bisa berperan penting dalam pendidikan anak-anaknya.

Tentunya sebagai calon Ayah (Nikah juga belum, kapan ya saya jadi Ayah :)). Saya harus memiliki visi untuk menjadi seorang Ayah yang akan dianggap sebagai Ayah No.1 didunia oleh anak saya, juga menjadi seorang Ayah yang bisa memberi kasih sayang-seorang arsitek kasih sayang bagi keluarga.

Itulah mengapa saya begitu mencintai adik saya : Mutiara, sedari bayi dia telah kehilangan Ayahnya bahkan tak pernah melihat wajah ayahnya. Karena Bapak sudah berpulang ke rahmatullah saat usianya baru 1 tahun.

Saat semester II kuliah dulu saya berpikir, harus ada seseorang (selain saya dan Kakak-Kakak saya) yang harus berperan untuk menjadi seorang Kakak, teman, sekaligus seperti seorang Ayah bagi dia. Karena kalau tidak ada yang mengambil peran itu, dia akan kehilangan sosok yang akan dijadikannya sebagai teladan dan tumpuan. Dan saya mencoba untuk mengambil peran besar itu. Tak hanya membiayai sekolahnya, saya harus memiliki sesuatu yang bisa menjadi teladan bagi dia. Alhamdulillah, saya sangat dekat dengan dia, terhitung sejak saya berpikir untuk mengambil peran besar itu, tak pernah…tak pernah saya marah pada dia, tak pernah sekalipun berselisih dengan dia, tak pernah juga bersikap mengesalkan seperti seorang Kakak yang sering jahil pada adiknya. Saya coba memenuhi segala kebutuhannya, membiarkannya untuk bersikap manja pada saya. Saat ini kami begitu dekat, dia anak yang sangat penurut.

Saya ingin menjadi arsitek kasih sayang baginya, seseorang yang bisa menjadi tumpuan baginya dalam segala hal.

Tak hanya sebagai seorang kakak, saya ingin mengambil peran sebagai ayah no.1 didunia untuknya.

Dan malam tadi saya belajar (lagi) bagaimana peran itu harus dijalankan.

Thanks Andrea Hirata, Thanks Mbak Neno.

One thought on “Belajar Menjadi Ayah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s