Seni dalam Organisasi (1)

Memulai dari mana ?

Kamu tahu harus dari mana memulai suatu sistem itu ?

Sistem dibangun sebagai sebuah otomatisasi pencipta keberhasilan.

Keberhasilan dicapai dari keterwujudan tujuan dan capaian.

Indikator penilaian, dan ukurannya sangat jelas. Dan setiap tujuan itu memiliki deadline, kawan.

Ada dimensi waktu sebagai pembatas yang jelas.

Ah, bicara tentang apa kamu abay ?

Memang aneh dan ngga jelas aku malem ini. Sekali lagi aku merenungi pengalaman hidupku.

Terutama saat mimpin organisasi disekolah dan dikampus dulu. Total 4 organisasi dulu yang pernah aku pimpin.

Dan sekarang aku berpikir lagi tentang capaian-capaian, tentang visi, juga tentang keberlangsungan sistem untuk dapat mewujudkan setiap tujuan organisasi. Tentang seni mengatur orang untuk mencapai tujuan organisasi, tentang kegagalan, manajemen konflik, stressing, tentang,,,,

Pada akhirnya, modal berharga dalam sebuah organisasi adalah bagaimana sistem dapat bekerja dengan baik untuk mencapai tujuan.

Dosen manajemenku dulu pernah ngomong kalo organisasi itu ibarat mobil. Sang pemimpin itu supirnya, dan yang lainnya bisa diibaratkan sebagai penumpang.

Jadi mobil itu adalah alat mencapai tujuan, kalau ternyata tujuannya ke Jakarta maka semua orang dalam mobil harus tahu bahwa mereka akan pergi ke Jakarta. Kebayang donk kalau 1 mobil, banyak orang, semuanya punya tujuan sendiri-sendiri. Disinilah fungsi seorang pemimpin, kalau si mobil akan berangkat ke Jakarta. Maka tugas sang pemimpin ya harus meyakinkan semua orang dalam mobil untuk pergi ke Jakarta. Ngga ada istilahnya beda tujuan.

Permasalahan kedua yang kudu disolve adalah menentukan jalan. Kalau ke Jakarta, mau pilih jalan mana ? lewat tol cipularang atau mau lewat puncak biar bisa rekreasi dulu. Disinilah diperlukan analisis tentang kerja efektif dan efisien. Berapa besar energy, bensin, waktu yang harus ditempuh untuk sampai ke Jakarta ? Analisis ini akan menjadi penentu keputusan mau pilih jalan cipularang atau jalan puncak. Mana yang lebih hemat energy, mana yang lebih aman, mana yang lebih cepat. Kira-kira jalan itulah yang harus dipilih.

Kondisi yang banyak terjadi saat ini sehingga bisa menyebabkan kegagalan untu nyampe tujuan?

  • 1. Pemimpinnya ngga tahu arah mau kemana ? Penumpangnya apa lagi.
  • 2. Saling rebut mau milih jalan mana.
  • 3. Ngga konsisten, tengah jalan pengen pindah jalan.
  • 4. Analisis lemah, ketika setengah perjalanan baru disadari salah jalan
  • 5. Mobilnya butut, sehingga tengah jalan rusak >>> Bisa diartikan Sistem organisasi yang salah/jelek
  • 6. etc

dan kalo pada akhirnya ngga sampe di Jakarta berarti sang supir telah gagal. Kalau Cuma sampe bogor berarti telah gagal. Apalagi kalau sampe nyasar ke Garut. Berarti ada yang salah dalam mobil tersebut.

Bingung, ketika aku merenungi semua yang terjadi masa lalu, ternyata aku benar-benar telah berhasil ngajak para penumpang jalan-jalan beli dodol di Garut.

ah…

2 thoughts on “Seni dalam Organisasi (1)

  1. makanya, mending naek pesawat .. lebih cepet nyampe tujuan .. kalo ngga nyampe juga lebih cepet ketemu Tuhan .. hehehe😀

    -abay said-
    pesawat di Indonesia ngga aman kang, banyak celakanya…resiko tinggi, very danger !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s