Celebrate Failure

Celebrate Failure, kalimat ini memang enak dan segar didengar, direnungi. Apalagi sambil mendengar lagu Wonderful Tonight – nya Eric Clapton, Ordinary World – nya Duran Duran, dan atau Love Of My Life – nya Queen.

Merenungi banyak hal, dan berbicara tentang banyak hal. Hari ini, aku belajar lagi tentang cara kenapa, mengapa dan bagaimana “hal hebat” itu harus dikerjakan dan menjadi sebuah basic habit yang harus dimiliki.

Habit dalam beberapa buku yang aku pernah baca merupakan gabungan dari 3 unsur pokok : Attitude, Knowledge, Skill. Kalau dalam bukunya Covey – 7 Habits yang legendaris itu Habit adalah gabungan dari : Attitude, Knowledge, Desire. Tapi, arah pikiranku saat ini tidaklah sedang berbicara tentang apa itu yang dinamakan Habit. Tapi beberapa output habit, atau kebiasaan yang harus menjadi pedoman dasar dalam berpikir dan bersikap saat berhadapan dengan sebuah keadaan. Sebuah peribahasa berkata kalau “Hidup itu adalah permainan”. Dalam permainan selalu ada kondisi menang – kalah. Menang dikondisikan sebagai ideal, dan kalah adalah kondisi gagal. Kegagalan (failure) adalah masa yang tidak seharusnya terjadi untuk aku, juga kamu. Benarkan ?


Jadi, jika kita tahu kondisi ideal itu tak akan selalu terjadi. Dan failure adalah sebuah kondisi pasti yang bisa saja terjadi, mengapa tak kita siapkan saja diri kita menghadapi 2 kondisi itu ? Sehingga menangnya kita akan menjadi sebuah perenungan besar mengapa kita layak menang, dan gagal-nya kita adalah alat keberhasilan diwaktu esok fajar tiba.

Jadi, mari kita rayakan kegagalan yang terjadi pada diri kita, dalam skala yang tentunya tetap bisa kita ukur, misalnya : dengan mengajak teman nonton atau mentraktir teman makan.

Celebrate failure, kalimat ini aku dapat setelah membaca penjelasan 10 Tips for Managing a Creative Environment (Bryan Mason, chief operating officer – adaptive path). Menurutku kalimat celebrate failure sangat menarik dan menggairahkan. Memanage kegagalan menjadi sebuah alat keberhasilan bukankah itu hal hebat ?

Dan agar kalimat ini tidak hanya menjadi knowledge, alangkah baiknya jika dicoba. Artinya ya kita coba take action agar apa yang kita tahu dapat menjadi skill, dan kedepan akan menjadi habit baru bagi kita.

Celebrate Failure, kalimat ini memang enak dan segar didengar, direnungi. Apalagi sambil mendengar lagu Wonderful Tonight – nya Eric Clapton, Ordinary World – nya Duran Duran, dan atau Love Of My Life – nya Queen.

Jadi mari kita coba renungi, dan sejenak berpikir tentang kegagalan yang pernah dan “mungkin saja” akan kita lakukan. Kegagalan memang tidak boleh direncakan, tapi dia adalah produk kehidupan yang akan selalu dihidangkan Tuhan untuk kita. Setiap zaman, dan setiap waktu, merata tanpa melihat ras suku.

Bukankah begitu ?

Tulisan ini aku buat, hanya sejam setelah aku mentraktir makan beberapa sahabat dekat di Warung Surabi Imut Enhai.

Rabu Malam, 03 July 2008.

2 thoughts on “Celebrate Failure

  1. diawali dengan niat yang baik, diisi dengan ikhtiar yang maksimal, dilengkapi doa yang ikhlas, dan diakhiri dengan tawakal … mungkin jika seperti baru kita bisa Celebrate failure !

  2. bayu.an says:

    @kang ridho
    muhun kang, kalo udah lurus niatnya, maksimal ikhtiarnya dan maksimal berdoanya…baru deh apapun hasilnya : Kudu Selebrasi…^_^
    Jadi memang selebrasi yang bersyarat…:)
    soalnya kalo ketiga komponen diatas ngga ada : Ya pantes aja gagal juga…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s