Syawal ; Sumber Kebahagiaan & Momentum Perubahan

Di bulan syawal ini..Allah memberikan saya hadiah tak terhingga, yaitu kemudahan untuk melepaskan diri dari belenggu amarah yang meluap. Segala kesalahan kejengkelan kekesalan yang pernah ada kepada “makhluk bernama manusia” dalam hati seolah hilang begitu saja dan berubah menjadi do’a tulus yang mengalir. Perasaan ini, bagi saya benar-benar merupakan sensasi yang luar biasa…

Syawal ini…saya benar- benar merasa bahagia, mengapa sy begitu bahagia ?

Pertama, tentu saja karena ada moment Idul Fitri. Saya bahagia, karena pada Idul Fitri kali ini saya benar-benar mampu merasakan ikat hangatnya persaudaraan dan makna “kesucian” hati secara benar dan mendalam. Di bulan syawal ini..Allah memberikan saya hadiah tak terhingga, yaitu kemudahan untuk melepaskan diri dari belenggu amarah yang meluap. Segala kesalahan kejengkelan kekesalan yang pernah ada kepada “makhluk bernama manusia” dalam hati seolah hilang begitu saja dan berubah menjadi do’a tulus yang mengalir. Perasaan ini, bagi saya benar-benar merupakan sensasi yang luar biasa. Saya bersyukur mampu melepas dan melupakan segala masalah yang terjadi entah itu dengan keluarga, tetangga, rekan bisnis, teman, ataupun rekan kerja sekantor. Syawal ini, saya menekadkan diri untuk menghapus segala segala masalah yang terjadi dimasa lalu.

Namun, selain momentum “maaf-maafan”, sebenarnya syawal adalah momentum terbaik untuk kembali menggali sumber kebahagiaan dengan menjadi pribadi yang lebih tulus ikhlas dalam wujud manifestasi TAKWA dan TAAT. Dengan pemahaman seperti ini, maka kita akan menjadikan syawal benar-benar sebagai momentum kemenangan sejati dan momentum perubahan diri menjadi lebih berkualitas, dan lebih memiliki value dihadapan Allah dan juga dihadapan manusia.

Momentum Kemenangan Sejati

Idul fitri, adalah moment kemenangan sejati bagi umat Islam. Jadi dibulan syawal ini, sudah sepantasnya kita merayakan kemenangan dengan “cara terbaik” yaitu dengan menjadikan diri kita kembali suci bersih.

Ya,  kesejatian itu hanya akan bermukim dalam kebersihan jiwa, dan keikhlasan kita untuk mampu meletupkan energi kasih sayang dalam diri kita kepada semua orang yang ada disekeliling kita. Kemenangan sejati adalah kembalinya hati menuju ketakwaan. Wujudnya adalah perasaan condong kita untuk selalu taat terhadap perintah Allah. Sebenarnya, inilah yang disebut fitrah itu. Ya, fitrahnya manusia adalah ketika hati kita selalu condong terhadap kebenaran. Sebab potensi dasar manusia adalah selalu condong terhadap fitrah. Hanya karena penyimpangan-penyimpangan lah manusia menjauhi fitrah itu. Semoga kita (saya dan Anda) mampu menjadikan syawal ini sebagai momentum kemenangan sejati dengan kembali menjadi pribadi pemenang dengan Jalan Takwa.

Momentum Perubahan

Idul Fitri adalah momentum perubahan. Mengapa ? karena sebulan penuh kita telah dilatih oleh Allah dalam “sekolah ramadhan” yang begitu mengagumkan. Perubahan disini, tentu saja perubahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik atau lebih berkualitas. Jikalau kita tidak berubah, maka amat merugilah diri kita ini. Dalam sebulan lalu, berarti kita hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Padahal, tujuan utama dari puasa di bulan ramadhan adalah menjadikan diri kita pribadi-pribadi Mutaqien, yaitu orang-orang yang memiliki derajat tinggi dihadapan Allah dengan jalan takwa. Sungguh beruntung manusia yang mengalami perubahan menjadi pribadi yang lebih berkualitas di bulan syawal ini.

Setelah kembali fitrah, tentunya kita mampu melihat diri dan sekeliling dengan cara pandang berbeda. Tentunya kita mampu melihat segala hal dan persoalan dengan pandangan terbaik, memutuskan suatu hal dengan benar dan adil, dan melihat masalah sebagai potensi solusi dan sarana perbaikan diri.

Indah Bukan ?

Perubahan, pada dasarnya adalah fitrah manusia itu sendiri. Setiap saat bisa saja kita berubah, kalau lah tidak berubah akhlak dan kepribadian kita untuk menjadi lebih baik, tetap saja umur kita berubah menjadi lebih tua. Tentunya kita tak berharap hanya umur sajalah yang berubah jadi lebih tua. Tetapi kita semua tentu saja berharap untuk berubah menjadi pribadi yang lebih berkualitas dalam segala hal. Dalam Kehidupan pribadi kita, keluarga, kemampuan menjalani hidup, skill/keahlian yang bertambah dll.
Namun, perubahan yang diharapkan sebenarnya bisa kita batasi pada 2 hal : yang pertama adalah keimanan yang meningkat dan yang kedua adalah ilmu yang bertambah. Seperti yang dijanjikan oleh Allah, bahwa Allah akan menaikan derajat beberapa tingkat orang-orang yang beriman dan berilmu.

So, semoga kita semua masuk dalam golongan orang-orang yang berubah menjadi pribadi yang lebih berkualitas yaitu dengan bertambah iman dan bertambah ilmu.

Selamatt !!!!

One thought on “Syawal ; Sumber Kebahagiaan & Momentum Perubahan

  1. nursobah says:

    ”istri yg kamu nikahi tdklah semulia khadijah,tdklah setaqwa aisyah,tdklah setabah fatimah.istrimu hanyalah wanita akhir zaman yg punya cita2 menjadi istri yg sholehah.pernikahan mengajarkan kita kewajiban bersama.istri menjadi tanah,kamu penaungnya.istri ladang tanaman,kamu pemagarnya.istri bagaikan anak kecil,kamu tempat bermanjanya.seandainya istrimu tulang yg bengkok..berhati-hatilah kamu meluruskanya”…amin bay…mg2 qta di golongkan dlm orang2 yg bertaqwa…pkknya slmt menempuh hidup baru’..smg dr pernikahan ini lahir da’i dan da’iah, alim dan alimah,dan jg hafidz dan hafidzah…amin.!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s