Mission to Batam

12_bandara-hang-nadim-batam

Ketika
kudaratkan kaki di hang nadim
kulihat ribuan wajah penuh cinta dan harapan
kerinduan
akan sebuah tempat persinggahan
ditengah hiruk pikuk gemuruh panas pulau Batam
(Nasyid Suara Persaudaraan – Bergegaslah)

Waktu di SMA dulu, saya sering menyanyikan lagu ini, sebuah lagu karya tim nasyid Suara Persaudaraan judulnya Bergegaslah.

Dan hari kamis kemarin tgl 11 Desember  saya berkesempatan mengunjungi tempat yang diceritakan dalam bait pertama lagu itu. Ya, karena ada tugas khusus 2 hari yang lalu saya harus berangkat ke Batam. Tepatnya ke Otorita Batam.

Saya berangkat pagi dari Bandung menuju Bandara Soekarno – Hatta (Jakarta) pagi  Pkl 08.00 memakai Travel Cipaganti. Sampai di Jakarta Pkl 11.30, Check In di Bandara dan nunggu hampir 2 jam karena jadwal pesawat Lion Air tujuan ke Batam Pkl 13.30. Ternyata ada delay 30 menit. Menunggu lagi.

Untung saja saya membawa novel Maryamah Karpov. Akhirnya sambil nunggu, bahkan sejak perjalanan dari Bandung – Bandara saya habiskan untuk membaca novel tsb. Ketawa-Ketiwi sendiri. Buku yang – seperti buku-buku Andrea yang lain – sangat berkualitas. Novel Andrea memenami saya dalam kesepian karena – terbayang – sendirian pergi ke Batam tentu saja bukan hal yang menarik.

Pkl 14.00 alhamdulillah Boarding juga. Pesawat sudah siap berangkat. Kebagian tempat duduk nomor 20A. Duduk bareng seorang bapak-bapak. Di pesawat saya tetap membaca, dan sesekali melihat keindahan awan dibalik jendela. Negeri di Awan, dalam hatiku berkata. Lagu itu memutar dalam otakku. Mengantar perjalanan saya ke Batam untuk yang kali pertama.

Sampai kapten pesawat mengumumkan rencana landing. Lagu Bergegaslah lagi-lagi berputar dalam otakku.

Duhai kawan

bergegaslah kuatkan azzam dihati

yakini hidup mereka dalam curahan kasih illahi

duhai kawan

agar tak lapuk usiamua sirna ditelan masa

dalam lumpur kebimbanganmu

Bergegas,

saya mencati Taksi menuju kantor Otorita Batam. Dalam perjalanan ke kantor Otorita Batam hujan turun, tapi lekuk indah Batam sebagai kota industri jelas terasa terlihat. Kota yang sangat dekat dengan Singapura ini seperti berbeda dengan daerah kebanyakan di Indonesia. Mungkin itu juga yang membuat Batam  dijadikan sebagai daerah utama industri di Indonesia. Sampai dikantor Otorita Batam. Bayar taksi 70 ribu (Mahal bangeet…:). Naik kelantai IV. Menyelesaikan tugas.

Pkl 06.30 saya diantar orang Otorita Batam – Pak Rama – yang Baik hati ke Bandara. Pulang lagi ke Bandung pake pesawat Merpati jadwal keberangkatan Pkl 08.00.

Pesawat lepas landas. Capek benar badan ini saya rasakan. Tapi kunjungan saya ke Batam yang singkat ini tetap saja menyisakan banyak kesan. Apalagi pengalaman pas di Bandara Hang Nadim saat Pak Rama mengenalkan saya pada “orang dalam” Bandara (asyiik…kalau ntar ke Batam pastinya gampang deh ngurusin tiket, dll), hehe.

Di pesawat ke Bandung – sama seperti pas berangkat. Saya melanjutkan menyelesaikan bacaan novel Maryamah Karpov. Mengejar khatam. Tapi tubuh terasa semakin lunglai. Capek. Mata kedap-kedip. Lagu Bergegaslah mengalun-ngalun mengantar kepergian  – kepulangan ke Bandung.

Jadikanlah Allah sebagai tujuan

sandaran hati nurani agar terhempas keraguan

Jadikanlah rasulullah tauladan

panutan hidup manusia hingga sampai akhir jaman

wouwooo

(Nasyid Suara Persaudaraan  – Bergegaslah)

Capek; Welcome Home (Istri saya pasti senang karena saya pulang cepat).

zzzzz…..

4 thoughts on “Mission to Batam

  1. bayu.an says:

    @Soelik, syg sy belum sempat mencicipi lautnya…smg tahun ini sy bs kesana lg…tentu dgn waktu yg lbh panjang, biar bs sambil liburan…:)
    salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s