Internet + Politics = ???

lorrie

e-Politics ?

Selama ini saya mengenal e-Commerce, yaitu bagaimana orang-orang dapat menggunakan media internet sebagai alat untuk membangun suatu bisnis (baca : berdagang). Saya juga mengenal dan menjadi praktisi dibidang eLearning , yaitu sebuah proses pembelajaran virtual menggunakan Learning Management System untuk merepresentasikan system bejalar riil dikelas secara online menggunakan media internet. Kebetulan untuk eLearning, selama 2 tahun ini saya sudah aktif sebagai salah tim instruktur pengajar eLearning di ComLabs ITB.

Penggunaan internet sebagai sarana berbisnis dan pendidikan tentunya bukan hal yang aneh di Indonesia – bukan aneh disini karena sudah dilakukan sejak dahulu. Namun penggunaan internet sebagai tools dibidang politik sepertinya baru tahun 2008 inilah ramai kita rasakan. Diantaranya ditandai dengan kemunculan berbagai Blog/Website Capres, Caleg, etc, yang mencoba berdagang visi misi dan program-program untuk meraih dukungan masyarakat Indonesia melalui internet.

Jadi kalau ada elit yang menggunakan media elektronik dalam hal ini teknologi internet sebagai sarana membangun komunikasi dengan konstituen. Mungkinkah itu kita sebut sebagai e – Politics ? Entahlah, tetapi yang pasti di era mabuk teknologi sekarang ini. Penggunaan teknologi dan keterbukaan internet untuk semua kalangan dan semua bidang sudah saatnya terjadi di Indonesia. Termasuk dibidang perpolitikan negeri ini tentunya.

“Conversation” Antara Pengguna Internet Vs Elit Politik

Basis massa pengguna internet dalam beberapa tahun belakangan ini – khususnya di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan, menurut data proyeksi, akan ada sekitar 33 juta orang pengguna internet di Indonesia pada tahun 2008 (meningkat 8 juta dari tahun 2007 – 25 juta). Dan para pengguna internet pastinya akan bertambah setiap tahun. Kalau dengan proyeksi dan perkembangan yang terjadi, mungkin tahun 2009 pengguna internet akan mencapai 40 juta lebih. Tentunya angka 40 juta bukan angka yang sedikit dan akan sangat menggiurkan untuk dijadikan target voters pada pemilu Parpol dan Capres 2009 nanti. Jadi, siapapun elit yang terjun lebih dulu ke ranah dunia maya, maka dia akan memperoleh porsi kesempatan yang lebih besar untuk lebih dulu membangun massa/komunitas yang nantinya akan menjadi para pemilih dalam Pemilu. Ibaratnya captive market, para pengguna internet yang sudah memberikan dukungan kepada salah satu parpol/calon presiden akan mengajak teman-teman dekat, saudara, tetangga,etc untuk mendukung pilihannya tsb. Sebuah kesempatan yang tentunya harus dimanfaatkan oleh masing-masing elit.

Semakin banyak dan menggurita pengguna internet di Indonesia. Maka seharusnya, dibarengi dengan semakin banyaknya elit yang ikut terjun menggunakan media ini, tidak hanya sebagai alat untuk  membangun komunikasi politik satu arah tetapi juga menjadi alat membangun conversation (percakapan) atau diskusi antara masyarakat dengan elit (pemimpin atau calon pemimpin). Ya, inilah yang menjadi beda antara media televisi, radio, Koran/majalah jika dibandingkan dengan penggunaan media internet. Dengan internet maka akan terjalin satu hubungan yang lebih personal dan mendalam dalam bentuk komunikasi 2 arah. Setiap orang bisa membaca informasi dan mendapatkan apa yang diinginkan lebih mudah dan menuliskan kembali tanggapan secara langsung tanpa hambatan dengan batasan netiket yang benar.

Campaign Strategic and Community Development

Saya percaya jika penggunaan teknologi itu seharusnya dapat memberikan nilai tambah (Value added) bagi siapapun dalam pengerjaan fungsi apapun, khususnya bagi para elit bangsa Indonesia (Partai Politik, Caleg, Capres etc ) penggunaan teknologi pasti akan menambah daya guna dalam rangka prose kampanye yang dilakukan. Dan Pada pemilu 2009, saya kira teknologi Internet akan menjadi sarana /media efektif dan efisien untuk meraih Goal mereka dengan memanfaatkan konten-konten yang dibuat sendiri (Portal Website, Forum, dll) atau dengan memanfaatkan situs-situs atau Portal Jejaring Sosial terkenal (Facebook, Friendster, etc) sebagai alat untuk menjalankan taktik membangun massa untuk meraih calon konstituen pengguna internet yang jumlahnya saat ini sudah mencapai 33 juta lebih di Indonesia.

Contoh nyata adalah bagaimana seorang Obama  sang presiden Amerika terpilih telah berhasil menggunakan media social networking di Internet sebagai sarana membangun basis massa dukungan dan fund raising (penggalangan dana). Keberhasilan Obama ini bisa menjadi role models penggunaan internet oleh elit terutama Capres-Capres di Indonesia.

presentation1Gambar1.  Menunjukan Obama ada hampir diseluruh jejaring sosial populer.

Saya sangat mendukung para elit yang menggunakan internet sebagai media kampanye, menyampaikan komunikasi politik (visi, misi, program-program) kepada masyarakat. Saya bahkan berharap para elit, khususnya para calon presiden itu tidak hanya berdebat di televisi karena TV hanya menyajikan slot waktu yang terbatas, tetapi juga bisa saling berdebat di internet dalam sebuah forum yang di moderasi misalnya oleh Tim IT KPU atau di inisiasi oleh Tim Sukses masing-masing.

Ayo nih, siapa yang mau buat PORTAL/SITUS DEBAT PRESIDEN 2009 ? pasti kalau portal ini nanti benar-benar ada, akan sangat menarik dan dikunjungi banyak pengunjung.

Internet dan Alam Demokrasi Indonesia

jaringan_internet

Penggunaan internet sebagai sarana membangun komunikasi politik tentu saja akan membangun cakrawala demokrasi di Indonesia yang saat ini sedang dalam masa mencari jati diri untuk semakin terus berkembang. Kenapa ? karena membangun demokrasi dengan cara membangun komunitas – meraih konstituen di internet itu lebih “tak beresiko” daripada di dunia nyata. Lebih murah, dan langsung ke sasaran/target audience. Dan yang terpenting, impact yang ditimbulkan pun tidak akan seperti didunia nyata. Saat ini, betapa miris kita melihat peperangan atau keributan-keributan akibat kegagalan seorang calon parpol menjadi pemimpin atau kepala daerah. Berita-berita kisruh PILKADA seolah tiap hari mewarnai televisi kita. Memberikan satu wajah muram demokrasi di Indonesia. Melalui internet, para elit akan menemukan para calon pemilih yang cerdas dan rasional untuk memilih. Mereka tidak akan memilih berdasarkan emosional belaka, melainkan benar-benar akan melihat visi misi, track records, dan program-program dari para elit tersebut. Saya pun meyakini, kalau para pengguna internet adalah konstituen yang lebih dewasa dalam berpolitik. Dalam membangun demokrasi di Indonesia ini, saya kira point ini sangatlah penting.

Siapa Presiden Indonesia Pertama di “Era of Internet Presidency”

Diatas saya memperlihatkan penggunaan media social networking yang dilakukan oleh Mr. Obama selama kampanye pemilihan presiden AS lalu. Hal ini menjadikan Obama sebagai presiden pertama AS di “Era of Internet Presidency”. Ya, tim sukses Obama (tentunya dengan persetujuan dan arahan Obama) berhasil memanfaatkan internet sebagai alat kampanye yang efektif dan efisien. Strategi yang digunakan sangat brilian karena Obama memanfaatkan jejaring sosial populer dan menggunakan Portal Obama sebagai interface dari situs-situs jejaring sosial tersebut. Dan strategi ini  terbukti sukses karena Obama berhasil meraih mayoritas pengguna internet di Amerika. Berikut adalah beberapa data dan fakta tentang kesuksesan kampanye Obama melalui internet.

presentation5Gambar 2. Menunjukan Suporter Obama di Facebook jauh lebih besar dari suporter McCain. Bagaimana dengan di Indonesia ? Siapa Capres yang paling banyak suporternya di Facebook ?

presentation2Gambar 3. Menunjukan ada 59 juta orang yang melihat video Obama di Youtube.

–> Dan lihatlah gambar yang satu ini :

presentation3Gambar 4. Menunjukan keberhasilan Obama menggalang dana yang jauh lebih besar dari McCain. Salah satunya, karena keberhasilan Obama berkampanye lewat internet.

Kesimpulan dari beberapa gambar diatas – untuk membangun massa dan meraih dukungan melalui media internet, sepertinya para elit di Indonesia khususnya para Capres dapat belajar banyak dari Mr.Obama. Keberhasilan Obama menggunakan internet untuk menggalang massa sekaligus menggalang dana telah menjadikannya sebagai presiden Amerika kulit hitam pertama dengan jumlah dukungan dana paling besar sepanjang sejarah. Itulah keuntungan dari seorang presiden yang “melek teknologi”, cerdas, muda, dan mengatakan negaranya harus “BERUBAH”.

Sekarang ini saya jadi bertanya-tanya, siapa ya yang akan menjadi presiden Indonesia pertama dalam“Era of Internet Presidency”?

Apresiasi para Pengguna Internet (Rakyat Indonesia)

Dan bagi para pengguna internet, jangan heran kawan-kawan, kalau nanti para elit kita sudah terjun ke dunia kita ini – terjun dalam arti sebenar-benarnya (baca : serius menggarap para pengguna internet). Jangan heran kalau dalam beberapa bulan – tahun kedepan kita tidak hanya akan menerima email spam penawaran beragam produk gak jelas seperti yang selama ini kita terima, tapi kita juga akan menerima beragam email spam yang berasal dari Parpol, tim sukses Capres, Caleg, etc yang mengharap mengiba dukungan dari kita-kita ini. Ketika masa itu benar-benar terjadi, saya kira kita semua patut menanggapi hal ini dengan senyuman bangga saja (minus kesal) dan berkata : “Oh, setidaknya calon presiden kita ini tidak gaptek, dan pastilah dia sosok yang cerdas.” Selanjutnya, itu benar-benar terserah saya, Anda, dan kita, bukan ?

Sebagai rakyat Indonesia, yang pada saat ini sedang mabuk demokrasi. Hal ini lumrah terjadi, dan harus kita nikmati. Bumbu-bumbu demokrasi dalam percik bingkai teknologi sungguh sesuatu yang harus kita dukung, dan kita pun akan menjadi bagian dari pelaku sejarah itu. Anda Setuju ?

So, untuk Indonesia yang lebih baik, kita dukung saja para elit itu untuk bergentayangan didunia maya.Kita tunggu apa yang bisa mereka berikan, katakan, dan…kita apresiasi demi perkembangan demokrasi di Indonesia, dengan  sudut pandang dan cara kita masing-masing.

Saya sendiri, memilih untuk menulis artikel ini sebagai salah satu bentuk apresiasi positif terhadap salah satu program lomba penulisan yang diadakan salah satu capres yang akan bertarung pada Pemilu 2009 nanti. Tentu saja dengan harapan, dapat bertemu muka dengan Capres yang – sedang naik daun- tersebut, sehingga saya dapat  sharing dan mengenal beliau lebih dekat.

Salam Perubahan,

Bayu Adhitya N

“The Abay”

9 thoughts on “Internet + Politics = ???

  1. siluman says:

    another great post mas bayu, artikelnya maknyuss…
    mau tanya kalo 2009 mas bayu mau pilih siapa ?
    Prabowo kah ?

  2. siluman says:

    Oiya, menurut aq akan sangat sulit untuk meniru apa yang tlah dilakukan obama, krena tim sukses-nya Obama sangat solid, ngga yakin deh tim sukses capres2 indo sanggup bikin kampanye yang OK di internet, hehe

  3. bayu.an says:

    @siluman
    thanks a lot
    2009 ?
    saya termasuk pemilih rasional, jadi sampai saat ini belum 100% memutuskan.
    Iya juga sih, tapi kalo ditiru minimal ya bisa mendekati…:)

    @bung joni
    thanks ya bung
    iya, semoga..

  4. Bagus juga tu info nya,saya rasa kita harus melihat suatu perubahan yang mendasar,di mana,gagasan yang di tulis melalui apa pun Media,dapat di apresiasi.cuma itu,salam kenal

  5. Jejaring norak, bagusan jaringan says:

    bro, aga susah di indonesia klo mau bertarung via dunia maya, internet di indonesia yg maju dan paling capat (saat ini) cuma di pulau jawa. jangan samakan indonesia dengan amerika dari segi pemakaian internet. klo suatu hari internet sudah seperti diamerika, ide anda baru bisa diaplikasikan,tp untuk saat ini, kampanye beginian cuma ditonotn dipulau jawa, ya klo mreka mau, masyarakat lagi jijay sama yg namanya politik dan blom lagi mreka harus nonton puluhan kampanye dari masing2 partai. capek loadingnya dari pada nontonnta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s