Ibu Doakan Saya Agar….

entrepreneurship

Pada suatu waktu dan suatu ruang dimana saya hanya berdua bersama Ibu. Saya meminta secara ekslusif agar didoakan secara khusus mengenai beberapa hal yang mengganjal pikiran saya tentang masa depan. Pada saat itu saya meminta Ibu untuk mendoakan saya tentang 2 hal menyangkut pekerjaan.
“….Ma, dalam doa setelah solat, dalam doa setelah tahajud; tolong doakan Bayu agar :
1. Tidak Jadi PNS
2. Tidak menetap tinggal untuk bekerja di Jakarta

Begitu takutnya saya dengan 2 hal diatas sampai-sampai meminta secara ekslusif kepada Ibu saya untuk mendoakan. Karena saya tahu doa seorang Ibu itu mustajab.

Saya tidak mau jadi PNS karena ? saya tidak suka kreatifitas saya terbelenggu, saya tidak suka sistem bobrok birokrasi di Indonesia (baca : KKN-nya itu bo…:)), saya tidak suka – mapan – dalam arti sempit yang membuai, saya tidak mau terjebak dalam comfort zone yang mematikan potensi diri.

Tapi saya tidak Anti PNS lho…Apalagi kalau PNS nya itu PNS Profesi seperti Guru, Dokter, Perawat, etc. Wiih…saya sangat menghargai karena mereka semua adalah Pahlawan menurut saya.
Mungkin ini hanya masalah persepsi, cara pikir dan mentalitas. Dikeluarga, saya juga memiliki seorang kakak yang seorang PNS. Pun dengan keluarga besar istri saya yang “Mayoritas adalah PNS” ber-profesi sebagai Guru. Ini masalah pilihan ? mungkin ya mungkin tidak. Bagi saya lebih dari itu, ini masalah passion – ini masalah panggilan jiwa.

Dan saya tidak mau tinggal menetap di Jakarta karena ? saya merasa aneh melihat kehidupan individualistis disana, dimana cengkaraman dan keramahan lingkungan khas Indonesia tereduksi lingkungan yang terlihat seperti tersistem oleh “culture hedonis” .  Disana, seolah hidup adalah pekerjaan mencari uang. That’s it…

Kalau sekali-kali siy saya sering juga ke Jakarta, 2-3 hari urusan kerjaan atau apalah. Yang penting hometown ngga di Jakarta. Bandung atau kota kelahiran – Cipanas – adalah tempat tinggal terhebat menurut saya. (mungkin ada juga yang nda suka tinggal di Bandung awata cipanas ; tiap orang boleh memilih bukan ?)

Saat lulus kuliah, beberapa teman terlihat menjadikan PNS sebagai tujuan. Saat itu, banyak sekali teman-teman yang mengajak untuk ikutan tes CPNS. Jujur saya benar-benar merasa takut keadaan memaksa saya untuk memilih opsi itu. Pun pilihan untuk bekerja dengan gaji besar di Jakarta.

Tahun 2008 saya ditawari sebuah perusahaan untuk bekerja di Jakarta, gajinya lumayan besar, meski bukan perusahaan besar tapi itu perusahaan menengah. Sempat saya memikirkan, tapi alhamdulillah kebulatan tekad membuat saya bertahan. Dan saya bersyukur atas pilihan ini. Saya bersyukur tidak melakukan atau mengambil sebuah keputusan berdasarkan keadaan terpaksa.

Sampai saat ini nafas saya masih kuat. Tinggal di Bandung bersama istri dengan keramahan khas sunda adalah kebahagiaan tersendiri.

Pun dengan tidak menjadi PNS, saya sangat bersyukur. Terkadang parameter kita memilih sesuatu – terutama menyangkut hidup kita dan keluarga – mungkin saja setiap orang memiliki cara berpikir dan cara sikap yang berbeda. Yang jelas, saya sangat menghargai pilihan masing-masing.

Be Entrepreneur

“Bagi saya, pilihan dan passion terhebat seseorang dalam hidup adalah menjadi seorang entrepreneur…yaitu orang yang tidak hanya bisa mandiri tetapi bisa memandirikan orang lain, tidak hanya bebas tapi selalu berkeinginan membebaskan orang lain….”

Katanya, Indonesia kekurangan stok entrepreneur, standar negara maju jumlah entrepreneur-nya itu 2% dari total jumlah penduduk, Indonesia baru 0,8%. Sangat sedikit tentu saja. Inilah penyebab utama mengapa jumlah pengangguran begitu banyak di Indonesia.

Dan beberapa hari lalu pagi-pagi sekali saya menelepon Ibu. Kembali saya meminta Ibu untuk menambahkan do’a setelah shalat, tentunya dengan penjelasan yang panjang lebar. Secara ekslusif saya meminta didoakan oleh Ibu agar saya masuk golongan orang-orang yang sedikit itu. Saya harus menjadi seorang entrepreneur.  Saya berharap Anda semua pun demikian. Amin.

9 thoughts on “Ibu Doakan Saya Agar….

  1. jadi PNS mah emang udah illfeel saya mah.😛
    Gak menantang secara intelektual dan moral
    Tapi kalo kerja di Jakarta….euh.
    Kebanyakan lembaga keuangan ada di Jakarta semua euy -_-

  2. sobari says:

    Kita Harus Jadi Entrepreneur Kang, Dan itu merupakan impian kita semua. Karena kehidupan yang bahagia adalah dekat selalu dengan Istri, Penghasilan, dan Keluarga. Kita Buktikan pada mereka yang menganggap bahwa jadi PNS bukan tujuan untuk hidup mandiri dan membahagiakan orang lain””” Bagus Luar Biasa Blognya. Kita Pasti BIIIISAAAA jadi seorang Entrepereneur. Sama saya dulu ke orang tua hanya minta tolong doakan Supaya jadi Seorang Entrepreneur. Sukses Selalu kang Bayu. Trim’s

  3. bayu.an says:

    @yumcats
    sama2 ilfeel…heuheue

    @kang asep
    amiin,…
    yaps salam kenal kang

    @obay
    iya bay, kita pasti BIIISAAAA……^_^
    InsyaAllah kita salong mendoakan key…

  4. nursobah says:

    subhanallah…sae bay…2 hal td adlh hal yg penting..tp skrng qta sering mengganggap hal sepele..pdhl itu smua adlh salah satu cara memperbaiki keadaan qta..apbl penghasilan dan suasana yg baik..insya allah..semua pun akan menjadi lbh baik…pd dasarnya bgmn qta ciptakan suasana agama pd diri dan keluarga qta..sehingga terwujud agama dlm kehidupan qta..mdh2an qta jd orang yg sukses dunia dan akherat amin.!

  5. salam kenal, mas Bayu.
    Saluut dengan pilihan hidup Mas Bayu. Semoga Allah mengabulkan doa Mas Bayu dan mampu menginspirasi orang lain utk menjadi entrepreuner sejati.
    Salam

  6. bayu.an says:

    @obah
    subhanallah…trims masukannya, berbisnis dengan Allah pastinya tak kan pernah merugi…mendekat kepadanya tak pernah patah hati, InsyAllah kita sama2 mendoakan….

    @Mas Imro
    Salam kenal juga mas, Amiin…kita sama2 mendoakan, semoga Mas diberi kesuksesan dan kemudahan dalam aktivitas…

  7. narpen says:

    Hihi..
    Justru sebenernya, menurut saya, lebih kuat lagi klo bisa merubah stigma PNS yg seperti itu mas🙂
    Biar yang jadi PNS adalah orang2 idealis yang semoga idealismenya tidak larut dibuai sikon..

    apapun, setiap orang pasti punya pilihan dan jalan hidup masing2.. yang penting tetap berguna bagi orang lain🙂

    tetap semangatt… ^__^

  8. bayu.an says:

    @mbak narpen yg baik,
    memang benar…stigma itu harus kita ubah, tp sesuatu yg mengakar tdk bisa dirubah oleh sesuatu yg bersifat kecil. Maksud sy, orang baru yg masuk menjadi PNS bukanlah siapa2. Dan dia harus siap untuk diperlakukan dan melakukan sesuatu yg sama dengan yg dilakukan oleh para terdahulu. Kalau tdk mau, maka waktu yg akan memaksa.

    Menurut saya, yg harus merubah adalah pimpinan. Jadi, perubahan birokrasi di Indonesia harus terjadi scr radikal oleh pimpinan.

    Oke, trims atas masukannya.

    Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s