Mencari Rumah Idaman

Hari ini gagal, besok mungkin berhasil. Pagi ini cerah matahari, sore mungkin hujan mengguyur. Hidup memang seperti rotasi kejadian demi kejadian tak disangka. Rencana bisa menjadi berantakan hanya karena satu kejadian tak terduga.

Minggu ini terasa berat bagi saya dan keluarga, karena ada rencana besar yang telah saya susun dan usahakan selama 2 bulan ini harus berakhir dengan kekecewaan. Saya menolak menyebut kata gagal, karena saya percaya masih ada waktu dan kesempatan untuk saya terus mengusahakan impian tersebut. Tapi kalau kecewa, tentu saja iya.

Rencananya, seperti dalam proposal hidup yg telah saya buat. Saya berencana untuk memiliki rumah pada tahun 2010 ini. Walau saya masih terhitung masih muda, keluarga muda. Namun perkara rumah ini saya simpan di prioritas paling atas. Wajib diusahakan secepat mungkin.

Singkat cerita, awal tahun ini saya mendapat info rumah yang benar-benar sesuai dengan kriteria baik dari segi lokasi, kualitas bangunan, jumlah kamar, dan juga dari harga. Rumah tsb berada di Antapani. Rencananya, saya ingin membeli rumah tersebut dgn cara KPR. Menggunakan Bank Mandiri. Setelah diproses, menjalani beberapa survey yang cukup melelahkan. Saya bahagia karena ternyata saya dinilai layak oleh Bank untuk diberikan kredit. Hati saya tenang, rumah yang diidamkan seolah sudah ada diangan-angan. Namun kabar terakhir benar-benar membuat saya terhenyak.

Pada suatu pagi, saya ditelepon oleh orang Bank dan ternyata kredit saya ditolak karena agunan-nya bermasalah. Ternyata rumah yang ingin saya beli itu, ada kelebihan tanah yang tidak tercantum dalam sertifikat. Kelebihannya Cuma sedikit siy Cuma 8 meter. Tapi Ini yg menjadi point krusial. Saya tdk bisa melakukan apa2 lagi. Karena Bank benar-benar teliti tentang hal ini. Saya kecewa karena saya dan istri sudah terlanjur cinta dengan rumah tersebut. Rumah 4 kamar dengan desain rumah yang elegant namun sederhana. Ditambah kami sudah akrab dengan si penjual rumah, kegagalan transaksi ini jelas membuat kami kecewa. Effort saya selama 2 bulan berakhir. Saya kecewa, namun efek baiknya. Proses melelahkan ini – hujan-hujanan-panas-panasan-silaturahim dgn byk orang; membuat saya makin dewasa, dan….berpengalaman! hmm, selalu ada setitik cerah dan pelangi indah dibalik hujan yg mengguyur.

Pihak Bank menyarankan saya untuk mencari rumah lain. Tentu nanti prosesnya bisa lebih cepat.

Hidup harus terus berlanjut. Saya memang berdoa ingin diberi yang terbaik oleh Allah. Mungkin rumah di Antapani itu belum jodoh dengan saya. Dan saya akan coba mencari, berproses lagi untuk mendapatkan rumah idaman. Tempat saya berteduh, membangun generasi dan impian-impian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s