Rencana = Tindakan = Hasil

Bulan ini saya belajar tentang arti kata Action/Tindakan.

Betapa penting bagi saya sehingga pikiran saya terus berpusat pada kata sakti ini, yang –sebenarnya teramat sering kita dengar.

Setiap orang dalam hidup memiliki rencana, terkadang banyak rencana. Orang-orang yang berbisnis, bekerja di satu perusahaan, seorang professional, orang yang jatuh cinta, seorang penghayal, pelamun; Memiliki rencana. Tentu hal tersebut wajar adanya,  memang manusia itu gemar berencana.

Dalam teori manajemen kita mengenal istilah POAC yang merupakan istilah dari Planning – Organizing – Actuating – Controlling. Ini merupakan fungsi-fungsi  manajemen yang digunakan oleh semua orang sebagai acuan.  Fungsi pertama yang menurut “buku dan ahli” manajemen adalah fungsi  terpenting yang diajarkan dalam teori manajemen-manajemen modern adalah kita harus membuat RENCANA/Planning. Dalam beberapa hal, It’s OK, saya setuju dengan Teori POAC tersebut. Semuanya harus diawali dengan rencana.

Tetapi kenyataanya, seringnya  energi kita terlalu habis untuk berencana. Minggu ini membuat rencana, minggu depan membuat rencana. Hari ini berencana, esok hari ini masih tetap berencana.

Kapan action – nya ?

Ide demi ide kita memiliki. Kita kadang bangga dengan mengklaim ide kita jenius. Hari ini punya ide jenius, esok hari pun demikian. Minggu ini dengan ide jenius A, minggu depan demikian.

Kapan action – nya ?

Yang melakukan action – eh ternyata orang lain. Dan kita pun gigit jari mengatakan – “duh, itu kan ide saya…”

Di perusahaan pun seperti itu. Banyak orang yang senang berencana, tetapi ketika sampai pada tahap implementasi, hasilnya NOL. Karena dua hal, satu dikerjakan setengah-tengah/asal-asalan, dua memang tidak dikerjakan atau tidak ada tindakan/action.

Saya lebih setuju – lebih tepatnya baru mengerti – mengapa seorang Bob Sadino, seorang tokoh dan guru entrepereneur Indonesia berkata seperti ini , “ Buang semua business plan dan rencana kalian, untuk melangkah dan bertindak tidak butuh rencana, bertindaklah dan Anda akan mendapatkan dampak/hasil yang  dapat dirasakan.”  Sekarang saya mengerti betul dan percaya dengan kalimat ini.

Ya. kini saya benar-benar merasai makna perkataan Om Bob ini, padahal sudah dua kali saya ikut seminar beliau. Tetapi minggu ini, perkataannya benar-benar menghujam dalam otak saya.

Sampai pada akhirnya, saya menyimpulkan sebuah rumus hubungan antara rencana, tindakan/action, dan hasil.

Rumusnya adalah :

Rencana = Tindakan = Hasil

Dan bukan seperti ini : Rencana + Tindakan = Hasil

Hehe, tidak tahu benar atau tidak rumus ini. Saya tidak mempedulikan itu. Saya pikir, rencana itu ya sama dengan tindakan, dan tindakan kita adalah hasil/dampak yang kita dapatkan. Rencana, Tindakan dan Hasil merupakan satu kesatuan; Trinitas. Se –simple itu saja saya berpikir. Tidak disebut rencana kalau tidak bertindak, tidak ada hasil kalau tidak bertindak. Simple kan ?

Dan kini saya kembali mengingat banyak hal dalam diri.

Sekitar 7 tahun lalu ketika memutuskan datang ke Bandung, ternyata saya lakukan tanpa rencana. Karena  Rencana A saya adalah untuk mendapatkan ikatan dinas di sebuah perguruan tinggi statistik di Jakarta ternyata Gagal karena saya mengidap “penyakit turunan” yaitu buta warna parsial. (Baru ketahuan pas test ^_^), lalu datanglah tiba-tiba ide dari Kakak saya yang tidak saya pikirkan sama sekali.  Satu jam kemudian- tanpa pikir panjang- saya langung take action. Saya berangkat sendiri ke Bandung dengan bekal alakadarnya untuk menuntut ilmu. Di Bandung, saya benar-benar belajar dan bertindak untuk hidup mandiri.

Dan menggelindingging lah roda hidup saya sampai saat sekarang ini; menemukan passion apa yang harus saya lakukan, belajar dan beraktifitas, memiliki keluarga  bahagia dan memiliki rumah di Bandung.  Semuanya berjalan – berproses – dalam lingkaran tindakan penuh semangat.

Bulan ini, ya, saya diajarkan kembali tentang kata hebat yaitu Action/Tindakan.

Semua roda hidup yang ada pada saya, dan saya yakin Anda semua. Pada dasarnya adalah akumulasi dari tindakan demi tindakan yang kita lakukan. Meskipun tanpa rencana, tapi Tuhan yang membantu kita merencanakan. Kita hanya disuruh berproses – bermimpi – menemukan wujud , tumbuh, jatuh, berlari dan bertemu kejadian demi kejadian yang disebut banyak orang “kebetulan”-  terus bertindak dengan gairah dan konsisten; terbentur, terbentur, lalu TERBENTUK*.

Dan. Terbentuklah mimpi kita, terbentuklah keadaan kita, terbentuklah masa depan kita; Dengan bantuan tangan-tangan Tuhan yang bekerja untuk kita.

Salam Action…🙂

*Take Action Miracle Happen. No Action Nothing Happen*

*Kalimat terbentur, terbentur, lalu TERBENTUK. Dikutip dari perkataannya Tan Malaka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s