Titik Nol

Sebelum terlambat. Manusia bisa mati kapanpun. Bisa pagi sore malam atau esok hari.

Melihat kembali lembar kehidupan, ada lembar demi lembar yang sengaja tak sengaja terkotori.

Mungkin. Inilah saat yang tepat, inilah hari yang pasti. Dan tak akan menunggu esok hari, atau minggu bulan berlalu.

Bergegas.

Berhenti Sejenak.

Aku ingin menyentuh syahdu dan hening arsy.

Bersama kekasih sejatiku. Bersama irama bening hatiku. Bersama kegalauan batinku. Memanggil-manggil namamu,

Rabbi.

Dititik ini. Hamba mengadu. Ikhlas Berserah diri pada-MU….

20 Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s