Change: Membangunkan Raksasa Tidur Dalam Diri….

“Orang-orang yang Sukses adalah orang-orang yang mampu mengendalikan perasaan senang dan deritanya. Ketika dia tidak melakukan tindakan yang diperlukan untuk menuju sukses, dia bisa merasakan penderitaan akibat tidak melakukan tindakan itu. Dan dia mendapatkan perasaan bahagia ketika dia melakukan tindakan yang diperlukan untuk menuju sukses. Inilah kendali yang dimiliki orang sukses. Sebaliknya orang gagal. Mereka merasakan menderita kalau melakukan tindakan yang diperlukan untuk sukses, dan mereka merasa nyaman kalau tidak melakukan tindakan yang diperlukan untuk sukses itu. Sehingga mereka akhirnya tidak melakukan kegiatan/kebiasaan sukses.”

(Anthony Robbins)

Perubahan itu selalu dimulai oleh waktu bernama hari ini. 09/12/2013

Advertisements

Jogja itu cerita…

Nikmati bersama, Suasana Jogja….

3 hari ini; 23 – 25 September 2012 saya di Jogja. Bersama tim, kami memberikan pelatihan E-Learning kepada dosen Instiper Jogja. Kami datang ke Jogja menggunakan Merpati langsung dari Bandung. Rencananya kami akan memberikan training selama 2 hari.

Selalu ada cerita menarik ketika saya berada di Jogja, entah kenapa, sedari dulu…sejak saya tergila-gila dengan Band Kla Project, mendengarkan lagulagu mereka ketika kecil melalui kaset yg dikoleksi oleh Kakak, dengan lagu Jogyakarta menjadi salah satu yg paling saya suka; Jogja sejak saat itu adalah cerita bagi saya.

Dan saat beranjak dewasa, beberapa kali akhirnya Tuhan beri saya kesempatan berkunjung ke Kota ini. Dan kunjungan saya yang pertama adalah saat Jogja terkena Gempa Dahsyat ! Saat itu saya datang ke kota dengan senyuman indah disetiap penjuru ini sebagai Relawan kemanusiaan. Membawa sedikit bantuan, saat itu saya melihat reruntuhan dimana mana; Jogja yang terluka ! Tapi, demi Tuhan, saya mengobrol dengan beberapa korban saat itu…yang bahkan harus kehilangan hampir semua keluarga intinya, seperti seorang Ibu yang kehilangan 2 putra kesayangannya. Pedih. Tapi saya takjub pada beliau karena dari katakata yang terucap terkandung ketegaran luarbiasa. Kesabaran yang tak dibuatbuat. Ketabahan tanpa ingin dikasihani. Ini karakter orang Jogja ! RumahRumah boleh hancurlah, tapi jiwa-jiwanya tidak. Mereka punya karakter kuat.

Jogja itu cerita….

Lama setelah kunjungan itu. Berkali kali saya diberi kesempatan kembali. Dan setiap kunjungan selalu melahirkan cerita baru. Saya tak pernah bosan dengan kota ini, sungguh, karena kota ini dibangun dengan rasa; perpaduan nilai-nilai agama dan budaya yang terefleksi kedalam perilaku manusianya; Ramah – sopan – bersahabat, tapi penuh kreatifitas. Terefleksi juga pada kondisi jalan yang tak macet- gang  yang tak kumuh- lekuk kota yang hidup – makanan, jajanan khas yang enak dan murah meriah. Terefleksi juga pada sikap rakyat Jogja yang patuh dan taat pada pemimpin (Sri Sultan). Semuanya membentuk Jogja.

Jogja itu cerita

Kota yang dibangun dengan Rasa.

Dan berkali-kali saya berkunjung ke Kota ini rasa yang selalu saya rasakan selalu sama.

Dan saya termenung saat ini membanding Jogja dengan  Bandung. Kota yang sudah kutinggali selama 10 tahun lebih ini berubah drastis sekarang ; semakin mirip dengan Jakarta !

Ah, apakah saya harus pindah ke Jogja seperti yang pernah diimpikan saat saya kecil dulu sambil menyanyi lagu Kla Project ;

Walau kini kau t'lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Ramadhan, Perubahan, dan Habit (Baru)

Selama ini kita berharap berubah tanpa tahu caranya.Selama kita berharap – berkeingingan untuk berubah,  tanpa adanya paksaan yakinlah rencana tinggalah menjadi sebuah rencana. Selama ini kita ingin berubah kearah yang lebih baik, tapi saat mencoba melakukan, energi malas jauh lebih besar membelenggu sehingga sia-sia lah niat kita yang mulia itu.

Sahabat, dalam 12 bulan Allah memberikan satu bulan Mulia untuk kita menjalani perubahan; tanpa merasa terpaksa, didukung oleh suasana – lingkungan berjamaah, dan penuh momentum yang bisa kita manfaatkan untuk melakukan perubahan demi perubahan kearah positif. Inilah hebatnya bulan yang dinamakan bulan Ramadhan. Bulan yang nilainya bahkan bisa lebih dari 1000 bulan.

Setiap perubahan yang baik dan positif dan dilakukan berulang-ulang (repetisi) maka akan membentuk habit baru.  Dibulan Ramadhan ini kita dituntut untuk bangun lebih awal untuk makan sahur – nah, akhirnya kita yang (biasanya) bangun kesiangan akan terkondisikan oleh suasana (berjamaah – misal di keluarga) untuk bangun lebih awal, kan ?

Juga kebiasaan membaca AlQuran setiap hari, kebiasaan bersedekah, dll

Coba bayangkan. Kalau kita menyusun rencana demi rencana kebaikan dibulan ini yang akan kita lakukan dengan konsisten selama satu bulan penuh. Hmm, menurut penelitian, sesuatu yang kita lakukan secara terus menerus selama 21 hari akan membentuk habits baru bagi kita. Habits nantinya akan membentuk karakter diri kita. Jika kebiasaan yang kita lakukan adalah baik dan produktif. Maka itulah karakter kita ; dalam hal ibadah, sosial dan muamalah.

Sahabat yang punya impian besar. Manfaatkan Ramadhan kali ini untuk membuat kebiasaan untuk mendekatkan impian. Buat rencana perilaku yang dihubungkan dengan waktu. Lakukan saja sampai berulang-berulang. Libatkan Allah; Yakinlah – InsyaAllah, impian besar itu akan menjadi – semakin terasa mendekat.

Selamat berjuang 🙂

I’m Back

Mengejar lagi (impian) yang tertunda saat SMA dulu. Sepertinya, waktunya sudah tiba untuk (melanjutkan). Saatnya bersenang-senang….:)

5 tahun ini banyak diam dan belajar. Sedikit menjauh dari lentera jiwa, tapi aku belajar bahwa menjadi seorang profesional dan networker akan membuat cahaya kecil ini menyala lebih dan lebih.

Sepertinya angin surga sedang berhembus dihati. Tuhan menunjukan kuasanya sebagai sang maha perencana. DIA hendak menunjukan “Rahasia” nya dulu sebelum aku berbuat lebih jauh. DIA menyekolahkan diriku di sekolah terbaik kehidupan. DIA mempertemukanku dengan orang-orang baik disaat yang tepat.

Sekarang, cerita indah itu akan aku gulirkan kembali. Tuhan, hidup yang singkat ini engkau pun sudah tahu apa yang aku mau. Aku ingin menjadi insan bermanfaat seperti kata Rasul-MU ; Mengikuti kata hati yang mengantarku membuka pintu ikhlas dan lentera jiwa.

Demi kebahagiaan hakiki.
Demi menjadi Cahaya diatas Cahaya.

Bismillah….

Silent & Slow Movement

Bagi saya sekarang ini, dunia sudah terlalu bising dan gaduh.

Memikirkan ruang dimana manusia bisa berpikir dengan batas toleransi yang sempit – saling menjatuhkan satu dengan lain – adalah kesalahan peradaban. Memulai untuk tidak terlibat dalam kebisingan dan kegaduhan, menemukan inner peace, adalah sebuah prioritas.

Silent is the new sound, Slow is the new speed…

Mari melihat Dunia, tidak dari sudut pandang “Orang Kebanyakan”.

june 2011 : reborn

newlife

I do not want and will never change the goal. But today I feel, should return from the point where the first time I went. The point where I feel bitter and scared. The point where I feel close to God.
I will change the way in which, and I have to go back to the point where I go, where I started it all.

God, I would start again … Although must of the Zero point, I’ll start it again:) #Bismillah

Think Big ?

Pagi ini saya nge-tweet @bayuadhitya ;

Berpikir besar adalah tentang menghasilkan sesuatu yang besar manfaatnya bagi orang lain #mindset #jumatberkah

Saya berpikir serius tentang jargon Think Big yang didengungkan oleh banyak  motivator. Satu sisi saya setuju, satu sisi lagi bertanya. Apa yang harus BESAR itu ? Materi kah ? atau nilai Manfaat kah ?

Para koruptor juga berpikir besar, para mafia juga begitu 🙂

Mungkin sepertinya pengertian ini yang tepat bagi saya ; Berpikir besar adalah tentang menghasilkan sesuatu yang besar manfaatnya bagi orang lain.

Saya jadi ingat para founding father negara ini, mereka berpikir besar dan melakukan perjuangan besar untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi generasi yang akan datang.

Saya pun memiliki impian besar, jadi harus berpikir besar.Tetapi, saya ingin niat yang saya memiliki sebesar impian saya itu. Karena hidup bagaimanapun, adalah proses menuju kehidupan yang kekal 🙂

So, berpikir besar untuk kehidupan yang maha besar = Akherat