Hati yang Berlebaran

Hati yang Damai itu Memaafkan Sebelum diminta…

Masih dibulan syawal, saya ingin mengucapkan Taqaballahuminnawaminkum…

Mohon Maaf Lahir dan Batin….:)

Semoga 11 bulan kedepan kita menjadi insan yang makin berprestasi dan peduli terhadap orang lain.

Amiin

Advertisements

Rumahku Surgaku….

Sudah hampir sebulan ini sy dan keluarga pindah ke “Rumah Baru”. Skr kami sudah resmi jd warga UjungBerung.
Seperti dalam postingan sebelumnya, dalam 6 bulan ini sy ngubek2 nyari rumah di Bandung. Susah ya ternyata, seperti nyari jodoh aja…dan alhamdulillah skr udah ketemu jodohnya. Rumah yg diidamkan bahkan jauh lebih baik dr yg dibayangkan. Sebuah rumah sederhana 2 lantai dgn 4 kamar utama. Kami memang sengaja mencari rumah 4 kamar, karena kami ingin mengajak kedua Ibu dan adik-adik kami yg skr ini msh kuliah di Bdg untuk tinggal bersama kami. Alhamdulillah, skr semua kamar sudah langsung Full diisi…:)
Sy bersykur…satu target “besar” dlm hidup telah tercapai, seperti dlm proposal Hidup yg saya tulis;  Saya akan memiliki Rumah tahun 2010.
Dan Kekuatan mimpi memang hebat dahsyat ! Terbukti lagi…

A Goal Is a dream with deadline…(Zig Z)

Continue reading

Mencari Rumah Idaman

Hari ini gagal, besok mungkin berhasil. Pagi ini cerah matahari, sore mungkin hujan mengguyur. Hidup memang seperti rotasi kejadian demi kejadian tak disangka. Rencana bisa menjadi berantakan hanya karena satu kejadian tak terduga.

Minggu ini terasa berat bagi saya dan keluarga, karena ada rencana besar yang telah saya susun dan usahakan selama 2 bulan ini harus berakhir dengan kekecewaan. Saya menolak menyebut kata gagal, karena saya percaya masih ada waktu dan kesempatan untuk saya terus mengusahakan impian tersebut. Tapi kalau kecewa, tentu saja iya.

Rencananya, seperti dalam proposal hidup yg telah saya buat. Saya berencana untuk memiliki rumah pada tahun 2010 ini. Walau saya masih terhitung masih muda, keluarga muda. Namun perkara rumah ini saya simpan di prioritas paling atas. Wajib diusahakan secepat mungkin.
Continue reading

Wedding Anniversary

18 October adalah hari yang bersejarah bagi kami, ini bukan hanya tentang sebuah Ultah perayaan hari pernikahan kami. Tapi, kami melihatnya seperti kristalisasi perjuangan hidup yang kami lalui bersama dalam 1 tahun ini; telah membuahkan hasil bagi kedewasaan kami berdua.

Satu tahun terasa sepuluh tahun; saya mengatakan hal ini padanya. Umi pun menyetujui. Ini karena dalam satu tahun ini kami “belajar hidup” yang sebenarnya.
Ada banyak hal yang kami lewati dan menjadikan kami tidak seperti pasangan pada umumnya. Setelah menikah kami langsung hidup mandiri, dan…hanya dalam tempo satu bulan kami langsung mendapat kabar kejutan dan bahagia yaitu kabar kehamilan. Wow, secepat inikah ? batin saya bertanya saat itu. Sekarang setelah satu tahun kami sudah memiliki seorang putri cantik dan lucu : Alta.
Continue reading

Selamat Datang ke Dunia : Altanissa Aurora Adhitya

Bergeraklah ke utara
ada kilatan cahaya yang mewarnai langit
bergerak bebas lepas bagai ekor naga api
tak sekedar indah
dia adalah dewi keindahan
tak sekedar cahaya
dia cahaya diatas cahaya
tak sekedar mewarnai langit
dia telah mewarnai hatiku
dialah Auroraku

(Abay, dalam Auroraku)

Puisi ini saya dedikasikan khusus untuk Putri tercinta, yang terlahir pada tanggal 10 Agustus 2009, Pkl 06.20.

SL375835

Continue reading

Merenungi Puisi Hasan Al Basri

Ada gerimis, letup gemericik didada saat saya membaca puisi Hasal Al Basri ini. Merenung dan Malu. Puisi ini akan selalu saya lihat ketika pulang ke rumah di Cipanas. Karena Ibu saya-dengan tulisan tangannya sendiri-menulis kembali Puisi indah ini dalam sebuah kertas, dan memasangnya disamping lemari pakaian…:). Mengingatkan anak-anaknya untuk senantiasa Tawakal.

Puisi Hasan Al Basri

Aku tahu rizkiku tak mungkin diambil orang lain. Karenanya hatiku tenang.
Aku tahu amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain. Maka aku sibukkan diriku untuk beramal.
Aku tahu Allah selalu melihatku. Karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat.
Aku tahu kematian menantiku. Maka kupersiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku.

Ibu Doakan Saya Agar….

entrepreneurship

Pada suatu waktu dan suatu ruang dimana saya hanya berdua bersama Ibu. Saya meminta secara ekslusif agar didoakan secara khusus mengenai beberapa hal yang mengganjal pikiran saya tentang masa depan. Pada saat itu saya meminta Ibu untuk mendoakan saya tentang 2 hal menyangkut pekerjaan.
“….Ma, dalam doa setelah solat, dalam doa setelah tahajud; tolong doakan Bayu agar :
1. Tidak Jadi PNS
2. Tidak menetap tinggal untuk bekerja di Jakarta

Begitu takutnya saya dengan 2 hal diatas sampai-sampai meminta secara ekslusif kepada Ibu saya untuk mendoakan. Karena saya tahu doa seorang Ibu itu mustajab.
Continue reading