Mata Hati Keikhlasan

Pada akhirnya, semua kembali pada kalimat ini. Ikhlas.

Aku harus belajar untuk menjadi jauh lebih baik dari hari ini, dengan pemahaman yang benar tentang keikhlasan. Menjalani hidup dalam dimensi materialism yang begitu kental, rasanya diri ini seperti terbentur dalam beragam ruang hidup yang terasa sempit; tanpa pencerahan.

Ikhlas itu, bisa dipelajari atau memang datang dari Langit ?

Continue reading

Advertisements

Change Or Die !! Pelajaran Berharga dari Cerita “Who Moved My Cheese ?”

Siapa yang tidak mau Change, maka siap-siap lah situ DIE….mungkin itu ya inti dari kalimat ini. Saya setuju, haqul yakin 100%. Kalau orang tidak mau berubah maka perubahan akan memaksa dirinya untuk hancur. Bukan hanya orang siy…organisasi atau perusahaan pun seperti itu. Tidak berubah, maka siap-siap untuk bangkrut alias terjun bebas digilas persaingan dan perkembangan jaman.

Agama juga sudah menyuruh kita untuk berubah, Allah Tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kalau dia tidak mau merubah dirinya sendiri. Rasul menyuruh kita untuk berubah, dengan cara menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Kalau sama saja alias tidak berubah maka disebut orang yang merugi.

Nah lho…

Minggu ini saya membaca sebuah buku yang luar biasa bermanfaat berjudul “Who Moved My Cheese” karya Spencer Johson. Jujur, ini adalah salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. Pantas saja Buku ini mampu terjual 24 juta Copy lebih di seluruh dunia. Buku yang selesai dibaca satu jam ini bercerita tentang “Perubahan dalam Hidup” . Tepatnya Bagaimana menyiasati perubahan dalam hidup agar kita dapat berhasil, mendapatkan impian yang kita inginkan.

Continue reading

Mencari Rumah Idaman

Hari ini gagal, besok mungkin berhasil. Pagi ini cerah matahari, sore mungkin hujan mengguyur. Hidup memang seperti rotasi kejadian demi kejadian tak disangka. Rencana bisa menjadi berantakan hanya karena satu kejadian tak terduga.

Minggu ini terasa berat bagi saya dan keluarga, karena ada rencana besar yang telah saya susun dan usahakan selama 2 bulan ini harus berakhir dengan kekecewaan. Saya menolak menyebut kata gagal, karena saya percaya masih ada waktu dan kesempatan untuk saya terus mengusahakan impian tersebut. Tapi kalau kecewa, tentu saja iya.

Rencananya, seperti dalam proposal hidup yg telah saya buat. Saya berencana untuk memiliki rumah pada tahun 2010 ini. Walau saya masih terhitung masih muda, keluarga muda. Namun perkara rumah ini saya simpan di prioritas paling atas. Wajib diusahakan secepat mungkin.
Continue reading