Cinta dan Pengorbanan

i_love_allah_tshirt-p235924240627371854t5tj_210

Katanya, cinta dan pengorbanan itu sepaket. Ya, keduanya tak bisa dipisahkan atau bisa dikatakan satu kesatuan. Jika kamu jatuh cinta pada seseorang, maka kamu juga pasti siap berkorban untuk orang itu. Disinilah letak kekhasannya. Jadi, jangan mengaku kamu cinta dia, atau dia cinta kamu kalau belum diuji dengan adanya pengorbanan. Pengorbanan ini sendiri bisa dalam banyak hal, namun pengorbanan yang dilandasi cinta adalah sesuatu yang indah. Siapapun orang yang melakukannya maka dia akan merasa senang. Itu karena ngga ada dalam bayangannya tentang masalah “untung rugi”, disini yang berbicara 100% hati. Ini adalah masalah ketulusan.

Continue reading

Advertisements

Nyanyian Negeriku

Biarkan aku bernyanyi sekali lagi

Sebelum burung besi mematuk jantungku

Sebelum tali-tali mengikat langkahku

Kobaran marahku melepuh sudah

Getarannya terserap gunung dan bebatuan

Kuberikan pada burung-burung diperasingan

Sebait bahasa puisi yang menjijikan :

Dimanakah kamu wahai para pahlawan kesiangan

Negeri ini sudah basi dengan bahasa reformasi

Negeri ini sudah memeras keringat darah rakyatnya sendiri

Lalu dimana kamu sekarang ?

Sedang apa ?

Kemana saja ?

Aku yakin kamu mendengar

Kecuali setan-setan yang tuli

Tak punya hati !

—————

Pendar Cahaya Kosan

 

Dan Soeharto pun wafat…

Kemarin (270108) Pkl 13.10, Indonesia berduka. Bagaimanapun, dia adalah mantan presiden terlama di negeri ini. Sampai kapanpun, namanya akan terus dibicarakan sejarah. Entah itu prestasinya, ataupun kelemahannya, dosa-dosanya.

Sekarang, mari kita melihat kedepan. Negeri ini butuh perubahan. Masa lalu itu telah terkubur, orang yang selalu dihujat itu telah terkubur, orang yang “dianggap” telah membangun itu telah terkubur, orang yang dulu dianggap “setengah Tuhan” karena saking berkuasa itu kini telah terkubur.

Dan, ini adalah pelajaran hidup berharga bagi kita semua. Bahwa apapun yang kita punya; harta, kekuasaan, jabatan, kemegahan : hanya akan menjadi sia saat ajal menjemput, kembali ke tanah, kembali menuju tempat darimana kita berasal.

Selamat jalan Pak Harto….

Semoga Indonesia lebih baik tanpamu.

Doaku menyertaimu.

Masalah itu…

Kadang saya bertanya mengapa, kenapa, diberi masalah oleh Tuhan. Kadang saya berontak, protes keras, dan tak nerima jika diberi masalah. Namun, seiring bertambahnya waktu saya jadi berpikir bahwa hidup itu ya kumpulan masalah2 yang harus dihadapi. Segala hal yang terjadi disekeliling kita selalu memiliki potensi untuk melahirkan masalah. Apapun itu. Kesini, saya semakin yakin kalo hidup dan masalah ibaratnya manusia dengan udara. Kita harus dan dipaksa menghirupnya setiap hari, setiap waktu.

Yang terpenting, aku tetap kuat, semakin kuat, dan terbiasa.

Seperti tiap hari aku hirup udara pagi…

Menulis Untuk Keabadian

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
(Pramoedya Ananta Noer)

—————

Ternyata sejarah manusia bisa menjadi abadi. aku, kau, dan siapapun bisa mengenal Muhammad, bisa mengenal para sahabat, bisa mengenal Al-Ghazali, para imam salafus salih. Semua orang besar yang pernah bernafas dibumi, dari ibnu sina sampai albert einstein…dari napoleon sampai soekarno, dari adolf hitler sampai soeharto, dari chairil anwar sampai rendra,,,mereka hanyalah seperkecil dari manusia-manusia yang terabadikan dalam dimensi waktu yang tlah dicipta tuhan untuk manusia. Selama waktu itu masih ada, mereka tentunya akan terus tersebut namanya.
Kalau saja Al-Qur’an yang diwahyukan Allah lewat jibril pada Muhammad tidak dituliskan lagi dan disusun dalam musha-mushaf sampai menjadi bagian yang terpadu seperti saat ini, adakah kita mampu menyelami Al-Islam.
Kalau saja sejarah dunia tak tertuliskan adakah kita akan tahu bagaimana hebatnya para khulafar rasyidin menguasai dunia, bagaimana kuatnya kekaisaran romawi, bagaimana agungnya kekhalifahan Islam, betapa dahsyatnya pertempuran dalam perang salib…
Semua kejadian yang pernah terjadi, semua manusia yang pernah hidup, teladan-teladan indah, ilmu yang bertebaran, bisa tetap hidup dan eksist tanpa terbatasi oleh waktu.
Dan menulis adalah suatu cara mengabadikan, termasuk diri, yang ingin hidup tanpa batas.
To be continued
———————–