Pendakian Pertama Mount Everest

Judul diatas saya peroleh informasinya dari mbah google, Jika Anda membuka google sekarang ini makan logo yang muncul ya logo seperti gambar diatas. Gambarnya mbah google ini didedikasikan untuk Sir Edmund Hillary’s yang tercatat sebagai orang pertama yang berhasil mendaki puncak mount everest, gunung tertinggi didunia. Saya sendiri ingin lebih menyoroti pada pendekatan branding google yang menurutku sangat “genius”. Dimulai beberapa waktu lalu kita juga dihebohkan dengan Laser Pertama, kini Google menampilkan tampilan baru dengan tema “Anniversary of The First Ascent of Mount Everest”. Disini, google coba untuk ikut memperingati salah satu peristiwa bersejarah didunia saat satu puncak gunung tertinggi didunia berhasil didaki. Memang selam ini, Google sering memberi penghargaan kepada orang-orang yang beprestasi dan terkenal (artis, dll) dengan membuatkan logo Google yang didekasikan khusus untuk mereka.

Informasi lengkap tentang logo/theme google edisi pendakian mount everest ini bisa anda peroleh disini.

Kumpulan Logo-Logo/Theme Google yang didekasikan khusus untuk para artis dan manusia berprestasi didunia bs anda liat di Google Artist Theme dan disini

Pendidikan Anti Korupsi ? Wajib itu….

Sekitar setahunan yang lalu kampung saya di Cianjur kedatangan seorang pejabat “terkenal” , pejabat itu dikabarkan akan memberikan “sumbangan” alias infak untuk membantu pembangunan sebuah pesantren disana. Semua orang tahu bahwa pejabat itu sedang terlibat kasus korupsi, semua orang tahu bahwa dia adalah koruptor kelas kakap, wajahnya sering sekali nongol di televisi, bolak-balik kantor polisi! namun kedatangan pejabat yang sudah eksis sejak jaman orde baru itu ternyata disambut sangat meriah oleh masyarakat. Masyarakat dari berbagai penjuru desa termasuk diantaranya tetangga dan beberapa saudara saya berbondong-bondong datang ke pesantren hanya untuk melihat hidung mancung sang pejabat dan melihat betapa meriahnya acara hiburan yang telah dipersiapkan oleh santri-santri dan masyarakat disana. Mereka juga berebut dan rela berjubel-jubel hanya untuk bersalaman dengan sang pejabat, sang pejabat diperlakukan layaknya seorang selebritis, seperti seorang pahlawan. Saat itu saya hanya bisa mengurut dada, bagaimanapun terkenalnya sang pejabat di mata saya dia adalah seorang koruptor, seseorang yang telah menghancurkan Indonesia ke jurang nista, seseorang yang bila hidup di Cina maka dia telah mati dipenggal atau ditembak, seseorang yang bila hidup di Italia maka dia telah dilempari tomat busuk oleh siapapun yang melihat. Namun dia beruntung hidup di Indonesia, negeri impian para koruptor.

Inilah femonena aneh yang terjadi di Indonesia, korupsi dapat bertumbuhkembang salah satu penyebabnya karena di Indonesia para koruptor dapat “beraktivitas” dengan bebas dengan tetap memperoleh kebanggaan, penghormatan, juga pengakuan dari masyarakat. Fenomena ini terjadi karena seperti itulah pola pikir sebagian masyarakat. Oleh sebab itu harus ada perubahan paradigma, persepsi atawa pola pikir tentang korupsi secara global dan radikal! Dan perubahan paradigma radikal itu hanya bisa dilakukan melalui jalur pendidikan.

Pendidikan Anti-Korupsi

Sekali lagi, perjuangan pemberantasan korupsi melalui jalur pendidikan harus dilakukan karena memiliki tingkat keefektifan yang tinggi dalam membentuk suatu pemahaman yang menyeluruh pada masyarakat tentang bahaya korupsi. Dari pemahaman pada nantinya akan menghasilkan suatu persepsi atau pola pikir masyarakat Indonesia secara keseluruhan bahwa korupsi adalah musuh utama bangsa Indonesia. Selama ini harus kita akui bahwa kita belum menjadikan korupsi sebagai musuh utama yang harus dihilangkan, inilah yang menjadi penyebab mengapa korupsi bukannya makin sedikit malah sebaliknya semakin membukit. Dengan kenyataan seperti ini perjuangan pemberantasan korupsi melalui jalur pendidikan bukanlah sebuah alternative melainkan sebuah kewajiban !

Semua hal tentang bahaya korupsi dan segala yang berhubungan dengan perbuatan korupsi kita rangkum dalam sebuah mata pelajaran baru. Di Indonesia setiap murid sejak SD sampai SMU sampai perkuliahan memiliki beban untuk mempelajari banyak mata pelajaran. Artinya para pelajar di Indonesia “sudah terbiasa” apabila suatu saat ada sebuah mata pelajaran baru yang diberi nama : mata pelajaran Anti-Korupsi. Saya kira kemunculan mata

pelajaran ini akan menjadi peristiwa terheboh dalam sejarah dunia pendidikan Indonesia, bagi para koruptor yang jumlahnya tak terhitung peristiwa ini akan mereka sebut sebagai bencana nasional, mengalahkan tragedi tsunami!

Maaf yah, daripada para murid dipaksakan belajar sejarah, geografi, PPKN, atau pelajaran-pelajaran lain yang sebenarnya sifatnya dipaksakan lebih baik mereka mempelajari betapa menariknya dunia perkorupsian di Indonesia dalam mata pelajaran Anti-Korupsi. Saya kira para murid bakalan lebih tertarik mempelajari sejarah korupsi di Indonesia daripada mempelajarai sejarah Majapahit atau sejarah perang dunia. Para murid juga pasti akan lebih tertarik mengetahui siapa sih bapak korupsi di Indonesia daripada mengetahui plus memuja-muji bapak pembangunan Indonesia. Dalam mata pelajaran Anti-Korupsi para murid dapat membahas tentang bahaya korupsi, isu-isu terkini seputar korupsi, siapa saja pejabat yang terlibat dalam kasus korupsi, dan siapa saja yang sudah diputuskan bersalah. Untuk kurikulum saya kira di Indonesia banyak sekali orang pintar yang mampu membuat kurikulum pendidikan Anti-Korupsi. Yang terpenting dari pendidikan Anti-Korupsi adalah bagaimana menanamkan sebuah pola pikir kepada masyarakat Indonesia terutama para pelajar yang merupakan calon-calon pemimpin untuk mengharamkan dan membenci suatu perbuatan yang dinamakan korupsi.

Mata Pelajaran Anti-Korupsi Vs PPKN dan Pendidikan Agama

Indikator keberhasilan suatu mata pelajaran adalah output manusia yang dihasilkan setelah mempelajari mata pelajaran tersebut. Dari mata pelajaran PPKN diharapkan menghasilkan manusia-manusia yang memiliki kecintaan terhadap tanah air, memiliki prilaku yang baik, dan bermoral tinggi. Dari mata pelajaran pendidikan Agama tentunya diharapkan menghasilkan manusia-manusia berakhlakul karimah dan taat terhadap perintah agama. Inti dari kedua mata pelajaran ini adalah bagaimana menghasilkan manusia Indonesia yang memiliki kecintaan terhadap bangsa dan Negara, bermoral, berakhlakul karimah, dan memiliki keimanan terhadap agamanya. Namun yang terjadi sungguh ironi, sebuah fakta menggelegar bahwa Indonesia “berhasil” masuk tiga besar Negara terkorup di dunia membuat kita harus berpikir ulang. Bukankah korupsi adalah perbuatan menghancurkan Negara ? bukankah korupsi sangat diharamkan oleh agama ? fakta menyedihkan ini membuat saya berani mengambil sebuah kesimpulan : Mata pelajaran PPKN dan pendidikan Agama telah gagal mencegah korupsi.

Nah, karena kedua mata pelajaran itu telah gagal mencegah korupsi maka dunia pendidikan di Indonesia berarti membutuhkan mata pelajaran baru yang lebih memiliki “kekuatan” untuk menghancurkan korupsi. Dan kekuatan tersebut ada dalam mata pelajaran Anti-Korupsi.

Dengan berbagai alasan tersebut saya berani membuat sebuah Hipotesis : Mata pelajaran Anti-Korupsi dapat mencegah, mengurangi dan memberantas korupsi di Indonesia sampai ke akar-akarnya. Tentunya ini hanyalah sebuah hipotesis atau perkiraan awal, benar atau tidaknya hipotesis ini akan terbukti setelah mata pelajaran Anti-Korupsi benar-benar dimasukan dalam dunia pendidikan di Indonesia. So, kita tunggu saja ! ***

(Artikel ini pernah diikutsertakan dalam lomba penulisan artikel yang diadakan oleh Kompas Gramedia dengan Tema Pendidikan Anti Korupsi)

Mini Workshop TIK di Al-Riyadl

Hari minggu lalu, dikediaman sahabat di Ponpes Al-Riyadl, Fitra Mutaqien.

Saya mengisi acara mini workshop tentang perkembangan TIK khususnya pengenalan internet kepada sahabat-sahabat disana. Yang namanya acara mini memang yang datang pun tidak banyak, oleh sebab itu acara yang tadinya akan diselenggarakan bertempat di Aula Al-Riyadl dipindah menjadi di lantai atas rumah kang Fitra (pengurus pesantren Al-Riyadl).

Acara ngaret, karena nunggu sebagian peserta acara yang seharusnya dimulai pukul 09.00 jadi dimulai pukul 10.30,-

Hadir dalam kegiatan tersebut kolega-kolega saya di forum ukhuwah risma, juga beberapa siswa SMUN 1 Sukaresmi. Mereka diundang sebagai bentuk sosialisasi awal rencana pelaksanaan seminar pengenalan internet di sekolah dan rencana pelaksanaan soft launching official web Rohis sebagai wadah bagi alumni, anggota, dan pengurus Rohis SMA.

Alhamdulillah acara berjalan lancar, materi yang sampaikan adalah pengenalan internet dasar.
Pada dasarnya saya lebih menekankan pada perubahan pola pikir (mind set) mengapa kita harus menggunakan teknologi informasi dalam menunjang segala aktivitas. Dan internet adalah salah satu jalan dan alat bagi kita untuk bisa menggunakan teknologi informasi untuk kebaikan dengan membuat konten dan juga sebagai penyedia konten yang bermanfaat. Pada akhir sesi saya coba mengenalkan website komunitas http://www.risma-smanla.net, website ini memang saya inisiasi dengan harapan akan menjadi salah satu media dan sarana pengembangan komunitas, sharing knowledge, dan media informasi bagi kami, alumni dan siswa SMANLA.

Ini hanya langkah awal, dari puluhan bahkan mungkin ratusanlangkah yang insyaAllah akan kami lakukan untuk bisa berkontribusi melaksanakan tanggung jawab sosial khususnya untuk daerah kami, Cipanas-Cianjur.

Foto-foto acara :



Seni dalam Organisasi (1)

Memulai dari mana ?

Kamu tahu harus dari mana memulai suatu sistem itu ?

Sistem dibangun sebagai sebuah otomatisasi pencipta keberhasilan.

Keberhasilan dicapai dari keterwujudan tujuan dan capaian.

Indikator penilaian, dan ukurannya sangat jelas. Dan setiap tujuan itu memiliki deadline, kawan.

Ada dimensi waktu sebagai pembatas yang jelas.

Ah, bicara tentang apa kamu abay ?

Memang aneh dan ngga jelas aku malem ini. Sekali lagi aku merenungi pengalaman hidupku.

Terutama saat mimpin organisasi disekolah dan dikampus dulu. Total 4 organisasi dulu yang pernah aku pimpin.

Dan sekarang aku berpikir lagi tentang capaian-capaian, tentang visi, juga tentang keberlangsungan sistem untuk dapat mewujudkan setiap tujuan organisasi. Tentang seni mengatur orang untuk mencapai tujuan organisasi, tentang kegagalan, manajemen konflik, stressing, tentang,,,,

Pada akhirnya, modal berharga dalam sebuah organisasi adalah bagaimana sistem dapat bekerja dengan baik untuk mencapai tujuan.

Dosen manajemenku dulu pernah ngomong kalo organisasi itu ibarat mobil. Sang pemimpin itu supirnya, dan yang lainnya bisa diibaratkan sebagai penumpang.

Jadi mobil itu adalah alat mencapai tujuan, kalau ternyata tujuannya ke Jakarta maka semua orang dalam mobil harus tahu bahwa mereka akan pergi ke Jakarta. Kebayang donk kalau 1 mobil, banyak orang, semuanya punya tujuan sendiri-sendiri. Disinilah fungsi seorang pemimpin, kalau si mobil akan berangkat ke Jakarta. Maka tugas sang pemimpin ya harus meyakinkan semua orang dalam mobil untuk pergi ke Jakarta. Ngga ada istilahnya beda tujuan.

Permasalahan kedua yang kudu disolve adalah menentukan jalan. Kalau ke Jakarta, mau pilih jalan mana ? lewat tol cipularang atau mau lewat puncak biar bisa rekreasi dulu. Disinilah diperlukan analisis tentang kerja efektif dan efisien. Berapa besar energy, bensin, waktu yang harus ditempuh untuk sampai ke Jakarta ? Analisis ini akan menjadi penentu keputusan mau pilih jalan cipularang atau jalan puncak. Mana yang lebih hemat energy, mana yang lebih aman, mana yang lebih cepat. Kira-kira jalan itulah yang harus dipilih.

Kondisi yang banyak terjadi saat ini sehingga bisa menyebabkan kegagalan untu nyampe tujuan?

  • 1. Pemimpinnya ngga tahu arah mau kemana ? Penumpangnya apa lagi.
  • 2. Saling rebut mau milih jalan mana.
  • 3. Ngga konsisten, tengah jalan pengen pindah jalan.
  • 4. Analisis lemah, ketika setengah perjalanan baru disadari salah jalan
  • 5. Mobilnya butut, sehingga tengah jalan rusak >>> Bisa diartikan Sistem organisasi yang salah/jelek
  • 6. etc

dan kalo pada akhirnya ngga sampe di Jakarta berarti sang supir telah gagal. Kalau Cuma sampe bogor berarti telah gagal. Apalagi kalau sampe nyasar ke Garut. Berarti ada yang salah dalam mobil tersebut.

Bingung, ketika aku merenungi semua yang terjadi masa lalu, ternyata aku benar-benar telah berhasil ngajak para penumpang jalan-jalan beli dodol di Garut.

ah…

Muhammad Bagus Drajat

Dia adalah my second ponakan, putra pertama kakak kedua. Hari minggu lalu, setelah minggu2 sebelumnya kami belum bisa nengok. Akhirnya hari minggu kemarin tanggal 12 mei 08. Saya, ibu dan A Yandi-kakak tertua- ke Purwakarta untuk nengok dd bayi. Oiya, namanya Muhammad Bagus Drajat…semoga menjadi anak yang shaleh dan berbakti pada orang tua. Amiin.

Foto2 dd bayi dan neneknya…:

Belajar Menjadi Ayah

Malam tadi saya menonton acara yang bagus di TV One , Tatap Muka. Acara yang dipandu oleh Farhan ini disiarkan malem sekitar pukul 22.30. Ini kali pertama saya menonton acara ini, entahlah, apa acaranya yang memang bagus atau bintang tamunya yang bagus ^^). Yang jelas, yang membuat saya tertarik untuk menonton acara ini tadi malam adalah 2 hal :

1. Tema yang dibahas adalah tentang pendidikan-memperingati Hardiknas

2. Bintang tamunya adalah Sang Fenomena Andrea Hirata & Neno Warisman

Tentu saja akan menjadi lain kalau kedua hal diatas tidak ada, tentunya, saya tidak akan memaksakan diri untuk menonton TV sampai larut malam.

Acara talkshow berlangsung seru, intinya adalah membahas tentang pentingnya pendidikan untuk anak-anak Indonesia. Andrea, seperti dalam novelnya Tetralogi Laskar Pelangi, terlihat begitu menggebu berbicara tentang pendidikan untuk anak Indonesia. Pendidikan adalah jaminan masa depan, semakin berpendidikan rakyat Indonesia maka akan semakin maju bangsa ini kedepan. Namun, pendidikan yang paling penting sebenarnya, bukanlah pendidikan formal di sekolahan. Tapi, pendidikan oleh orang tua, ya inilah yang digarisbawahi oleh Neno Warisman dan Andrea. Pendidikan oleh orang tua di rumah, adalah yang paling menentukan. Neno menyebutkan bahwa pendidikan yang diberikan oleh orang tua adalah pendidikan dengan landasan kasih sayang yang akan membuat anak memiliki karakter yang kuat. Andrea menyebut ayahnya adalah sumber inspirasi yang selalu memberikan teladan hebat, dalam novelnya dia menulis : “Ayahku adalah Ayah No.1 Didunia”.

“Ayah adalah arsitek kasih sayang”.

Menarik, seorang ayah akan menjadi sumber inspirasi yang begitu hebat jika dia bisa mengambil peran yang lebih besar dalam keluarga untuk mendidik anak-anaknya.

Kata Neno, “Sekarang ini, sangat dibutuhkan peran Keayahan yang lebih besar dalam keluarga”

Jadi, ternyata tugas seorang kepala keluarga bukan hanya mencari nafkah atau menafkahi. Tapi dia harus mengambil peran besar untuk menjadi nakhoda pendidikan dalam keluarga. Seorang ayah yang akan menjadi Ayah No.1 didunia, seorang Ayah yang akan menjadi arsitek kasih sayang bagi anak-anaknya.

Luar biasa !

Malam tadi saya belajar lagi tentang sesuatu hal yang besar, yaitu bagaimana menjadi seorang Ayah yang hebat yang bisa berperan penting dalam pendidikan anak-anaknya.

Tentunya sebagai calon Ayah (Nikah juga belum, kapan ya saya jadi Ayah :)). Saya harus memiliki visi untuk menjadi seorang Ayah yang akan dianggap sebagai Ayah No.1 didunia oleh anak saya, juga menjadi seorang Ayah yang bisa memberi kasih sayang-seorang arsitek kasih sayang bagi keluarga.

Itulah mengapa saya begitu mencintai adik saya : Mutiara, sedari bayi dia telah kehilangan Ayahnya bahkan tak pernah melihat wajah ayahnya. Karena Bapak sudah berpulang ke rahmatullah saat usianya baru 1 tahun.

Saat semester II kuliah dulu saya berpikir, harus ada seseorang (selain saya dan Kakak-Kakak saya) yang harus berperan untuk menjadi seorang Kakak, teman, sekaligus seperti seorang Ayah bagi dia. Karena kalau tidak ada yang mengambil peran itu, dia akan kehilangan sosok yang akan dijadikannya sebagai teladan dan tumpuan. Dan saya mencoba untuk mengambil peran besar itu. Tak hanya membiayai sekolahnya, saya harus memiliki sesuatu yang bisa menjadi teladan bagi dia. Alhamdulillah, saya sangat dekat dengan dia, terhitung sejak saya berpikir untuk mengambil peran besar itu, tak pernah…tak pernah saya marah pada dia, tak pernah sekalipun berselisih dengan dia, tak pernah juga bersikap mengesalkan seperti seorang Kakak yang sering jahil pada adiknya. Saya coba memenuhi segala kebutuhannya, membiarkannya untuk bersikap manja pada saya. Saat ini kami begitu dekat, dia anak yang sangat penurut.

Saya ingin menjadi arsitek kasih sayang baginya, seseorang yang bisa menjadi tumpuan baginya dalam segala hal.

Tak hanya sebagai seorang kakak, saya ingin mengambil peran sebagai ayah no.1 didunia untuknya.

Dan malam tadi saya belajar (lagi) bagaimana peran itu harus dijalankan.

Thanks Andrea Hirata, Thanks Mbak Neno.