Pendidikan Anti Korupsi ? Wajib itu….

2008 May 28

Sekitar setahunan yang lalu kampung saya di Cianjur kedatangan seorang pejabat “terkenal” , pejabat itu dikabarkan akan memberikan “sumbangan” alias infak untuk membantu pembangunan sebuah pesantren disana. Semua orang tahu bahwa pejabat itu sedang terlibat kasus korupsi, semua orang tahu bahwa dia adalah koruptor kelas kakap, wajahnya sering sekali nongol di televisi, bolak-balik kantor polisi! namun kedatangan pejabat yang sudah eksis sejak jaman orde baru itu ternyata disambut sangat meriah oleh masyarakat. Masyarakat dari berbagai penjuru desa termasuk diantaranya tetangga dan beberapa saudara saya berbondong-bondong datang ke pesantren hanya untuk melihat hidung mancung sang pejabat dan melihat betapa meriahnya acara hiburan yang telah dipersiapkan oleh santri-santri dan masyarakat disana. Mereka juga berebut dan rela berjubel-jubel hanya untuk bersalaman dengan sang pejabat, sang pejabat diperlakukan layaknya seorang selebritis, seperti seorang pahlawan. Saat itu saya hanya bisa mengurut dada, bagaimanapun terkenalnya sang pejabat di mata saya dia adalah seorang koruptor, seseorang yang telah menghancurkan Indonesia ke jurang nista, seseorang yang bila hidup di Cina maka dia telah mati dipenggal atau ditembak, seseorang yang bila hidup di Italia maka dia telah dilempari tomat busuk oleh siapapun yang melihat. Namun dia beruntung hidup di Indonesia, negeri impian para koruptor.

Inilah femonena aneh yang terjadi di Indonesia, korupsi dapat bertumbuhkembang salah satu penyebabnya karena di Indonesia para koruptor dapat “beraktivitas” dengan bebas dengan tetap memperoleh kebanggaan, penghormatan, juga pengakuan dari masyarakat. Fenomena ini terjadi karena seperti itulah pola pikir sebagian masyarakat. Oleh sebab itu harus ada perubahan paradigma, persepsi atawa pola pikir tentang korupsi secara global dan radikal! Dan perubahan paradigma radikal itu hanya bisa dilakukan melalui jalur pendidikan.

Pendidikan Anti-Korupsi

Sekali lagi, perjuangan pemberantasan korupsi melalui jalur pendidikan harus dilakukan karena memiliki tingkat keefektifan yang tinggi dalam membentuk suatu pemahaman yang menyeluruh pada masyarakat tentang bahaya korupsi. Dari pemahaman pada nantinya akan menghasilkan suatu persepsi atau pola pikir masyarakat Indonesia secara keseluruhan bahwa korupsi adalah musuh utama bangsa Indonesia. Selama ini harus kita akui bahwa kita belum menjadikan korupsi sebagai musuh utama yang harus dihilangkan, inilah yang menjadi penyebab mengapa korupsi bukannya makin sedikit malah sebaliknya semakin membukit. Dengan kenyataan seperti ini perjuangan pemberantasan korupsi melalui jalur pendidikan bukanlah sebuah alternative melainkan sebuah kewajiban !

Semua hal tentang bahaya korupsi dan segala yang berhubungan dengan perbuatan korupsi kita rangkum dalam sebuah mata pelajaran baru. Di Indonesia setiap murid sejak SD sampai SMU sampai perkuliahan memiliki beban untuk mempelajari banyak mata pelajaran. Artinya para pelajar di Indonesia “sudah terbiasa” apabila suatu saat ada sebuah mata pelajaran baru yang diberi nama : mata pelajaran Anti-Korupsi. Saya kira kemunculan mata

pelajaran ini akan menjadi peristiwa terheboh dalam sejarah dunia pendidikan Indonesia, bagi para koruptor yang jumlahnya tak terhitung peristiwa ini akan mereka sebut sebagai bencana nasional, mengalahkan tragedi tsunami!

Maaf yah, daripada para murid dipaksakan belajar sejarah, geografi, PPKN, atau pelajaran-pelajaran lain yang sebenarnya sifatnya dipaksakan lebih baik mereka mempelajari betapa menariknya dunia perkorupsian di Indonesia dalam mata pelajaran Anti-Korupsi. Saya kira para murid bakalan lebih tertarik mempelajari sejarah korupsi di Indonesia daripada mempelajarai sejarah Majapahit atau sejarah perang dunia. Para murid juga pasti akan lebih tertarik mengetahui siapa sih bapak korupsi di Indonesia daripada mengetahui plus memuja-muji bapak pembangunan Indonesia. Dalam mata pelajaran Anti-Korupsi para murid dapat membahas tentang bahaya korupsi, isu-isu terkini seputar korupsi, siapa saja pejabat yang terlibat dalam kasus korupsi, dan siapa saja yang sudah diputuskan bersalah. Untuk kurikulum saya kira di Indonesia banyak sekali orang pintar yang mampu membuat kurikulum pendidikan Anti-Korupsi. Yang terpenting dari pendidikan Anti-Korupsi adalah bagaimana menanamkan sebuah pola pikir kepada masyarakat Indonesia terutama para pelajar yang merupakan calon-calon pemimpin untuk mengharamkan dan membenci suatu perbuatan yang dinamakan korupsi.

Mata Pelajaran Anti-Korupsi Vs PPKN dan Pendidikan Agama

Indikator keberhasilan suatu mata pelajaran adalah output manusia yang dihasilkan setelah mempelajari mata pelajaran tersebut. Dari mata pelajaran PPKN diharapkan menghasilkan manusia-manusia yang memiliki kecintaan terhadap tanah air, memiliki prilaku yang baik, dan bermoral tinggi. Dari mata pelajaran pendidikan Agama tentunya diharapkan menghasilkan manusia-manusia berakhlakul karimah dan taat terhadap perintah agama. Inti dari kedua mata pelajaran ini adalah bagaimana menghasilkan manusia Indonesia yang memiliki kecintaan terhadap bangsa dan Negara, bermoral, berakhlakul karimah, dan memiliki keimanan terhadap agamanya. Namun yang terjadi sungguh ironi, sebuah fakta menggelegar bahwa Indonesia “berhasil” masuk tiga besar Negara terkorup di dunia membuat kita harus berpikir ulang. Bukankah korupsi adalah perbuatan menghancurkan Negara ? bukankah korupsi sangat diharamkan oleh agama ? fakta menyedihkan ini membuat saya berani mengambil sebuah kesimpulan : Mata pelajaran PPKN dan pendidikan Agama telah gagal mencegah korupsi.

Nah, karena kedua mata pelajaran itu telah gagal mencegah korupsi maka dunia pendidikan di Indonesia berarti membutuhkan mata pelajaran baru yang lebih memiliki “kekuatan” untuk menghancurkan korupsi. Dan kekuatan tersebut ada dalam mata pelajaran Anti-Korupsi.

Dengan berbagai alasan tersebut saya berani membuat sebuah Hipotesis : Mata pelajaran Anti-Korupsi dapat mencegah, mengurangi dan memberantas korupsi di Indonesia sampai ke akar-akarnya. Tentunya ini hanyalah sebuah hipotesis atau perkiraan awal, benar atau tidaknya hipotesis ini akan terbukti setelah mata pelajaran Anti-Korupsi benar-benar dimasukan dalam dunia pendidikan di Indonesia. So, kita tunggu saja ! ***

(Artikel ini pernah diikutsertakan dalam lomba penulisan artikel yang diadakan oleh Kompas Gramedia dengan Tema Pendidikan Anti Korupsi)

35 Responses leave one →
  1. 2008 May 28

    wih .. untung foto saya blum masuk kesitu .. :P

    -abay said-
    Jangn sampe kang, malu2in cianjur ntar…:)

  2. 2008 May 31

    Manusia emang srakah, korupsi banyak2 ntar juga di kuburan ngga cukup!

  3. 2008 May 31

    Koruptor emang serakah, korupsi banyak2 ntar juga di kuburan ngga cukup!

  4. 2008 May 31

    Koruptor emang serakah!! Korupsi banyak2 juga kuburan ngga bakalan muat!!

  5. 2008 May 31

    Setuju dengan pendidikan anti korupsi…
    Coretanpinggir (blog) kami juga didedikasikan untuk mendukung pemberantasan korupsi…

    Visit my blog dan silakan corat-coret di sana.

    Salam dari pinggiran

    Popop

    -abay said-
    Lam kenal juga bro…
    yaps, jalur pendidikan, ngga ada cara lain untuk memberantas korupsi….sampai ke akarnya…
    okey lah KPK skr action, tp itu ngga ckp kalo ngga merubah paradigma masyarakat scr total…
    korupsi di Indonesia, seperti sdh menjadi budaya….dan proses penghancuran budaya hanya bisa dilakukan scr radikal lewat jalur pendidikan, dan reformasi hukum tentunya…
    diantaranya menurut saya, harus ada revisi UU Tindak Pidana korupsi (Tipikor) di Indonesia dimana ada penambahan hukuman yang lbh berat bagi pelaku….
    jadi lewat 2 jalur itu, pendidikan dan hukum maka korupsi akan bisa kita hancurkan dan efeknya akan berimbas pada peningkatan perekonomian bangsa….(China, perekonomiannya bisa maju setelah mereka berhasil “membunuh” para koruptor kelas kakap).

  6. 2008 July 17

    Di Universitas Paramadina sudah ada pelatihan khusus Pemberantasan Korupsi (Corruption Eradication). Semoga bisa diteladani perguruan tinggi lainnya.

    Kalau di sekolah, pelajaran PMP atau PPKN itu seharusnya sudah cukup. Tapi.. :|

  7. 2008 July 27
    bayu.an permalink

    @Marisa
    iya…saya juga baca beritanya di detik klo di paramadina udah ada matakuliah Pendidikan AntiKorup, nice…
    menurut saya pelajar PPKN dan Agama itu gagal membentuk mental AntiKorup karena emang terlalu teoritis dan mengawang-ngawang…
    atau, bs jg pendidikan AntiKorup masuk kurikulum di PPKN misalnya…:)
    thx

  8. 2008 July 28
    anakke5 permalink

    saya punya keinginan dimana para koruptor itu dagantung aja atau dipenggal trus kepalanya digantung di Monas. Kalau mau di kuburkan jangan di TPU, tapi TPK (tempat pemakaman koruptor).

    saya kasihan sama generasi selanjutnya kalau para koruptor masih dibiarkan (dihukum penjara).

    Kunjungi web kami:
    http://www.gantungkoruptor.blogspot.com
    http://www.indonesiaganyangkoruptor.com

  9. 2008 August 1
    bayu.an permalink

    @Anakke5
    yups, saya setuju dengan Anda…
    salam kenal

  10. 2008 September 20
    ari permalink

    salam anti korupsi..!?!!
    saya setuju bgt ama pendidikan antikorupsi.. kayaknya para koruptor itu bangga bgt stelah ketauan korupsi di perlakukan kaya orang mulia dikawal di sorot ribuan kamera di perlakukan dengan maaf,, penuh penghargaan pahlawan indonesia, hukum di negara kita ibarat cubitan ,makin dicubit makin asik.. Bangunlah bangsaku ,dia(koruptor) bkn rakyatmu tp penjajah yg hrs di hapus dr bumi indonesia tercinta ini … merdeka!!

  11. 2008 September 22
    aries permalink

    saya spendapat sma saudara bayu adytya… inilah kenyataan kepahitan yg diraskn negeri ini, penjahat berkera putih hampir ada disemua sudut-sudur pemerinthan dari pusat.daerah sampai desa. memang itulah salah satu naluri manusia…hukum dibuat memang untuk dilanggar sendiri kalau tidak begitu tentunya negeri ini tidaklah mendapatkan gelar prestasi “negara berpotensi korupsi” sebagai wujud pencitraan negeri yang semrawuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttt. dan kalau tidak ada yang koruptor bagaimana fungsi serta tugas KPK bentUkan SBY…………tentunya akan i’tikaf dikursinya bukan???!

  12. 2008 September 23
    bayu.an permalink

    @ari
    salam anti korupsi juga boss…
    yaps, saya ingin melihat bangsa yg menghinakan dan mengutuk perbuatan korupsi, mental ini yg harus kita bangun melalui jalur pendidikan…
    Salam

    @aries
    iya, sebenarnya semakin byk KPK nangkep orang harusnya kita makin sedih, berarti manusia bejat bernama koruptor itu memang banyak di negeri ini…tp, sy berharap ada efek jera kedepannya.
    Kalo bangsa ini sudah mengedepankan kejujuran dan sikap syukur…sy yakin ngga perlu itu ada KPK.
    Salam

  13. 2008 September 24
    anisah permalink

    sebaiknya klu pjabatya korupsi potong aja tangnya/bhkan prlu hkum slma hidp,karna sdh mengmbl hak rakyat,coba pemerntahan sekarang ini kaya sukarno/umar bin khatab.

  14. 2008 September 24
    bayu.an permalink

    @anisah
    potong tangan, pakai syariat islam..
    kebayang nanti di Indonesia akan banyak orang tak bertangan..tp efek jera-nya pasti kena tuh..:)

  15. 2008 December 11

    saya setuju dengan tidak ada nya korupsi ..
    karena kalo ada korupsi bisa merugikan kita ..

  16. 2008 December 13
    bayu.an permalink

    @tania
    saya jg setuju dgn Anda

  17. 2008 December 26

    Jamu Psikologi kunjungi http://www.setansatan.blogspot.com Jamu memang pahit

  18. 2009 January 21
    bayu.an permalink

    @kebenaran
    ok, sy coba ke tkp

  19. 2009 February 13

    hukum mati aja .
    yeadhi !

  20. 2009 March 16
    ririn permalink

    kalau misalnya pendidikan antikorupsi ini pernah diikutsertakan sebagai karya ilmiah, saya memohon bantuannya untuk menampilkan hasil karya ilmiah tersebut sebagai bahan acuan skripsi.

  21. 2009 April 3
    borong permalink

    Betul, korupsi adalah penyebab utama kenapa bangsa kita seperti sekarang ini, perekonomian rakyat kecil susah, pengangguran tinggi, kejahatan dimana-mana, dan segudang kelemahan2 bangsa kita.
    ditambah juga kepastian hukum tidak menjadi dewa di negara kita, dll.
    tetapi anehnya banyak sekali (mungkin mayoritas) masyarakat kita hampir tidak mau perduli apalagi melawan jika melihat perbuatan korupsi, karna kita jangan selalu terjebak dengan pemikiran bahwa korupsi itu adalah pencurian duit negara yang dibawa kabur atau dimakan dalam jumlah yang besar. sebenarnya korupsi kecil2an sering sekali menghampiri kita dan kita juga menjadi pelakunya, sanyangnya sikap permisif masyarakat kita juga menjadi faktor penyumbang terbesar terhadap tingginya tingkat korupsi di indonesia…
    so…mulai dari sekarang selain kita tanamkan nilai2 antikorupsi pada diri kita masing2, kita juga harus berani melawan jika kita melihat atau melakukan peruatan yang namanya korupsi itu..

  22. 2009 April 17
    bayu.an permalink

    @faris
    sy sgt setuju dgn anda, tp mungkin bisa pake skala hukuman : kalau korupsinya diatas 1 miliar itu harus hukuman mati – misalnya. thx

    @ririn
    tulisan saya ini hanya artikel/opini bebas saja, tidak masuk kategori ilmiah. thx

    @borong
    senang sekali melihat mindset anda, sy sgt setuju.

  23. 2009 June 10
    idha permalink

    Pendidikan Anti korupsi ??
    gag Perlu deh kayaknya ,, cuma ngabis – ngabis in duit negara aja buat bayar guru mapel, mapel yang ada aja gag ke urus.

  24. 2009 July 6

    coba kalau orang yang korupsi diatas 100 juta, dihukum mati pasti pada takut ya

  25. 2009 July 25
    Dhani permalink

    wah… bagus tu… teruskan prjuangan. dari pada bljar yg gx prnah di terapkan. lbih baik kita mgnal dunia perkorupsian….. lalu gmana crnya mndpt bimbingan itu? krna kyknya disini Selatpanjang blom ada toh…

  26. 2009 July 29
    bayu.an permalink

    @idha
    dicoba dl aja, mungkin dalam bentuk seminar2 atau sub kurikulum lbh pas

    @redspider
    setuju…:), potong tangan tp lebih asyik..^_^

    @dhani
    mungkin utk sementara bs mengundang pakar dulu ke sekolah utk ngisi seminar2 anti korupsi…:)

  27. 2009 July 30

    klo kita tau indonesia negara impian para koruptor knpa indonesia tidak membuat peraturan di bunuh saja para koruptor yang kedapata korupsi.
    luarnegri sana juga penghuninya manusia, kita juga orang indonesia juga manusia, apa bedanya kita sama orang luarnegri sana?
    klo msalah pendidikan? nampaknya indonesia tidak ketinggalaan,
    atau gak berani buat peraturan itu kali ya,,,,,,??????????/

  28. 2009 August 23
    adrirumbou.swara permalink

    Menurut sy sih… korupsi hanya bisa diberantas klw pelakuxa di hukum gantung dan dipajang berulang-ulang di media. Dibuat buku sejarah pelaku korupsi dan senantiasa dipublikasikan. Hal yang harus dilakukan KPK adalah menangkap biang keroknya…..

  29. 2009 November 11
    achmaddasuki permalink

    pendidikan anti korupsi………………setuju brur
    ditambah sanksi hukum yang berat, di negeri ini belum ada koruptor yang dihukum mati, makanya ga pernah ada habisnya tuh. coba ada aturan apabila terbukti korupsi 1 milliard rupiah, maka divonis hukuman mati saja.

Trackbacks & Pingbacks

  1. Masukan Saja Korupsi ke Sekolah !!! « My Palace to Share
  2. berita « brantas KORUPSI !!
  3. » Pendidikan Anti-Korupsi hujair.sanaky@staff.uii.ac.id
  4. Pendidikan & Budaya Anti Korupsi « The aBay Life Journey
  5. Pendidikan & Budaya Anti Korupsi « The aBay Life Journey

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS